Menggantikan Manusia Lama yang Penuh Dosa

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Untuk memberikan kelepasan yang seutuhnya dari kuasa dosa yang menjajah diperlukan persediaan Tuhan dalam tiga hal. Pertama-tama, Tuhan harus menangani dosa-dosa kita – hal-hal berdosa yang semua kita pernah lakukan. Di kayu salib Yesus telah membayar lunas denda hukuman atas dosa-dosa kita. Dengan demikian Tuhan dapat mengampuni dosa-dosa kita, tanpa Ia harus berkompromi dalam menegakkan keadilan-Nya sendiri. Oleh karena itu, hal pertama yang Tuhan sediakan adalah pengampunan dosa.
Selanjutnya, Tuhan juga harus mengatasi sifat atau tabiat bejat yang ada dalam diri manusia, yang menyebabkan mereka melakukan dosa. Untuk itu Ia harus melakukan suatu eksekusi (hukuman mati) – mematikan tabiat kita yang berdosa itu. Syukurlah, hukuman mati itu telah terlaksana lebih dari 19 abad yang lalu, tatkala Yesus mati di kayu salib.
Tetapi ceritanya belum selesai di situ. Tuhan bermaksud untuk menggantikan manusia (tabiat) lama yang suka berdosa itu dengan manusia (tabiat) baru yang diciptakan sendiri oleh-Nya. Paulus menjelaskan mengenai penyelenggaraan ini dalam kitab Efesus, dengan berkata:
“… bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu … supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (Efesus 4:22–24)
Namun demikian, janganlah kita mengira bahwa manusia lama ini akan begitu saja menerima hukuman matinya itu. Tidak, ia akan tetap berusaha dan berjuang – terkadang dengan gigih sekali – untuk kembali berkuasa atas diri kita. Maka, tidaklah heran mengapa Paulus memberi peringatan di Kolose 3:3. Di situ ia berkata:
“Sebab kamu telah mati.” (Kolose 3:3)
Namun di ayat 5 ia berkata pula:
“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi.” (Kolose 3:5)
Kita harus beriman bahwa kematian manusia lama kita itu sudah terlaksana. Namun kita harus tetap aktif melawan upaya manusia lama itu untuk kembali berkuasa atas diri kita.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, untuk pengampunan-Mu. Ku-deklarasikan, Yesus telah mematikan tabiatku yang penuh dosa di kayu salib, dan menukarnya dengan tabiat yang baru. Ku-deklarasikan, diriku sudah diampuni dan merdeka dari dosa-dosaku. Amin.
Kode: WD-B097-157-IND