Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Penyembahan: Menjalani/Menikmati Hubungan Pernikahan

            Penyembahan: Menjalani/Menikmati Hubungan Pernikahan

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Penyembahan bukan sekadar tambahan dalam kehidupan Kristen, melainkan puncak dari pernikahan kita dengan Tuhan. Persatuan yang kudus dengan Allah inilah yang memberi kita kuasa untuk menghasilkan buah Roh, hidup melalui hubungan dengan-Nya, bukan semata-mata melalui usaha kita sendiri.

            Menurut Yesus dalam Yohanes 4:23–24, Tuhan sedang mencari orang-orang yang rindu untuk menyembah-Nya dalam roh dan dalam kebenaran.

            “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

            Sesungguhnya penyembahan merupakan sebuah fungsi dari roh. Melalui hal apakah kita sebagai umat disatukan dengan Tuhan menjadi satu roh? Melalui penyembahan. Oleh sebab itulah, buat makhluk-makhluk manusia penyembahan merupakan kegiatan dalam tingkatan tertinggi dan paling mulia yang dapat dilakukan.

            Apabila kita menyatu dengan Tuhan dalam ibadah penyembahan, di situlah kita mulai menghasilkan atau melahirkan hal-hal yang diinginkan oleh Tuhan. Janganlah mengira ibadah penyembahan itu hanya semacam embel-embel dari kehidupan Kristiani. Ibadah bukanlah sekadar sebuah ide bagus yang muncul kemudian, atau sesuatu yang dilakukan di samping semua pelayanan kita. Ibadah sesungguhnya merupakan titik puncak, klimaksnya. Mohon maaf, semoga jangan ada yang tersinggung mendengarnya. Sesungguhnya ibadah atau penyembahan itu merupakan momen-momen syahdu “pernikahan” kita dengan Tuhan. Ibadah itulah yang menyatukan kita dengan Dia menjadi satu roh.

            Apabila orang menikah, tujuannya adalah untuk mendapatkan keturunan. Di situlah kita mulai men”cipta”kan sesuatu. Di situlah kita mulai menghasilkan buah rohani. Yang saya maksudkan dengan “buah rohani” adalah buah Roh, seperti yang tertulis di Galatia 5:22–23:

            “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan.”

            Umat yang akan menghasilkan buah seperti digambarkan dalam perikop ayat ini tidak perlu dikuasai atau diperintah lagi melalui peraturan undang-undang. Mereka tidak berada di bawah peraturan hukum. Mereka sudah melepaskan diri dari “perkawinan” dengan sifat duniawi mereka di bawah hukum Taurat. Mereka bebas merdeka, sehingga dapat dinikahkan oleh Roh Kudus dengan Sang Kristus yang sudah dibangkitkan dari kematian, kemudian menghasilkan buah yang pantas sekali dari kesatuan dan persatuan tersebut. Kunci untuk menikmati kehidupan Kristiani bukanlah usaha atau upaya yang dilakukan. Kuncinya adalah kesatuan dan persatuan.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, saat-saat menyembah Tuhan diriku dipersatukan dengan Dia dalam satu roh. Ku-deklarasikan, kehidupan Yesus terputus oleh kematian, supaya diriku dapat berhubungan dengan Allah untuk selama-lamanya. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Penyembahan: Menjalani/Menikmati Hubungan Pernikahan has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-154-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan