Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Hubungan Pernikahan dengan Tuhan

            Hubungan Pernikahan dengan Tuhan

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Hukum pernah mengikat Anda dalam suatu pernikahan seumur hidup dengan sifat berdosa Anda, sebuah hubungan yang mustahil Anda lepaskan dengan kekuatan sendiri. Lihatlah bagaimana manusia lama Anda telah disalibkan bersama Kristus di atas kayu salib, membebaskan Anda untuk dipersatukan dalam persekutuan yang mulia dengan Tuhan yang telah bangkit.

            Di kitab Roma pasal 7, Paulus berkata bahwa karena hukum Taurat sesungguhnya kita (orang-orang kudus) ini seperti suami-istri yang menikah. Hukum Taurat itu adalah seperti suatu ikatan janji pernikahan, dan ikatan itu sifatnya untuk seumur hidup.

            Dengan siapakah – atau dengan apakah – kita dikawinkan? Kita dikawinkan dengan tabiat daging (sifat duniawi) kita. Pada hakikatnya, ikut hukum Taurat berarti harus mematuhi semua peraturannya sesuai kemampuan kita. Untuk melakukan ini kita bergantung kepada sifat kita yang manusiawi (daging). Tidaklah mengherankan, mengapa tak pernah berhasil.

            Ketika masih berada di bawah peraturan hukum (Taurat) itu seperti upacara, di mana kita dinikahkan dengan sifat manusiawi (kedagingan) kita. Kalau sifat kedagingan itu masih hidup, kita harus tetap bersatu dengan dia. Kita tidak boleh menceraikannya lalu menikah dengan “suami” yang lain.

            Syukurlah … karena suami yang pertama ini kemudian meninggal dunia. Kapankah suami kita yang pertama itu meninggal dunia? Ketika Yesus mati di kayu salib, karena saat itu manusia (tabiat) lama kita turut disalibkan bersama Dia.

            Bila kita dapat mengerti hal ini, maka kita akan berkata: “Puji Tuhan! Sekarang aku sudah bebas. Sekarang aku tidak perlu bersama-sama lagi dengan pasanganku yang payah itu, yang membuat hidupku menjadi susah begini dan tak pernah memberikan berkat, damai sejahtera atau pun kebenaran kepadaku. Sekarang aku tidak terikat lagi dengan pasangan hidupku yang lama. Sekarang aku boleh menikah dengan yang lain.”

            Kini ada pilihan untuk menikah dengan Dia yang sudah bangkit dari kematian, yaitu Kristus yang telah dibangkitkan dan dimuliakan. Tidak soal apakah saudara seorang lelaki atau pun perempuan, Kristus dapat menjadi suamimu. Di sini kita bicara mengenai suatu hubungan di dalam Roh.

            Dalam

            “1 Korintus 6:15-16”
            Paulus memberikan contoh mengenai hubungan seorang lelaki dan seorang pelacur yang menjadi satu secara seksual. Paulus menggunakan ilustrasi mengenai “persatuan” demikian untuk membantu orang-orang Kristen memahami suatu “persatuan” lain yang dapat mereka nikmati, yaitu persatuan dengan Kristus. Persatuan ini tidak bersifat seksual, tetapi spiritual (rohani). Itulah hubungan nikah kita dengan Tuhan.

            “Orang yang menyatukan dirinya dengan Tuhan, Roh Tuhan dan roh orang itu menjadi satu” (1 Korintus 6:17, BIMK)

            – bukan secara kejiwaan atau tubuhnya, tetapi di dalam rohnya.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, diriku telah menikah dalam Roh dengan Dia yang telah bangkit dari kematian, yaitu Kristus yang telah dibangkitkan dan dimuliakan. Ku-deklarasikan, kehidupan Yesus terputus oleh kematian, supaya diriku dapat berhubungan dengan Allah untuk selama-lamanya. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Hubungan Pernikahan dengan Tuhan has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-153-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan