Kehidupan yang Jasmani: Hidup yang Telah Dibangkitkan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Yesus mengalami proses kematian dalam segala aspeknya untuk setiap insan manusia, supaya pada gilirnya kita juga memperoleh kehidupan dalam segala aspeknya. Kemarin kita membicarakan aspek yang pertama, yaitu kehidupan yang rohani. Hari ini kita akan melihat aspek yang kedua, yaitu kehidupan yang jasmani. Kehidupan jasmani ini akan dialami dalam dua tahapan secara berturut-turut. Pertama, kita memiliki kehidupan dalam tubuh jasmani kita yang sekarang. Namun tubuh yang fana ini akan mengalami kematian. Oleh karena itu, dalam tahap yang kedua, pada masa kebangkitan orang-orang mati kelak tubuh kita akan diubahkan menjadi tubuh yang tidak dapat mati (baka).
“Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu [artinya, ‘tinggal di dalam dirimu sekarang’, bukan nanti pada saat terjadi kebangkitan orang-orang mati], maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” (Roma 8:11)
Saat ini masing-masing kita (orang kudus) mempunyai tubuh yang fana, tetapi kita telah dianugerahi kehidupan yang “mengalami kebangkitan dari kematian” (resurrection life). Tubuh jasmani kita fana, tetapi kehidupan yang telah mengalami kebangkitan, yang dimanifestasikan dalamnya. Bukan saja berfungsi, tetapi dimanifestasikan dalamnya. Jadi, menurut saya, ayat tadi menunjukkan adanya suatu kesembuhan ilahi dan kekuatan serta kehidupan jasmani yang bersifat ilahi. Kalau tidak demikian artinya, maka sesungguhnya saya belum mengerti juga kata-kata tersebut! Tetapi bukan sampai di situ saja akhir ceritanya. Akhir ceritanya nanti adalah suatu tubuh yang benar-benar sudah diubahkan. Mengenai tubuh yang akan diubahkan itu Paulus menulis:
“Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: Kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.” (1Korintus 15:51–54)
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Yesus mengalami kematian supaya aku mendapat hidup kebangkitan sekarang dan hidup yang abadi kelak. Ku-deklarasikan, kehidupan Yesus terputus oleh kematian, supaya diriku dapat berhubungan dengan Allah untuk selama-lamanya. Amin.
Kode: WD-B097-149-IND