Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Kehidupan yang Rohani: Bersekutu dengan Tuhan

            Kehidupan yang Rohani: Bersekutu dengan Tuhan

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Yesus menanggung pemisahan dari Bapa yang jauh lebih pahit daripada kematian fisik, supaya kita dapat dibawa masuk ke dalam hadirat-Nya. Pertukaran yang mendalam ini adalah inti dari Injil dan alasan mengapa kita dapat memiliki persekutuan yang sejati dengan Allah.

            Petrus pun menghunus pedangnya untuk membela Yesus, supaya jangan ditangkap pihak berwajib di taman Getsemane. Tetapi Yesus berkata kepadanya:

            “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?” (Yohanes 18:11).

            Yesus harus minum cawan yang pahit itu sampai ke ampas-ampasnya. Soalnya, karya Yesus sesungguhnya belum selesai di kayu salib itu sendiri. Malahan, ampas yang paling pahit itu baru “diminum” sesudah Yesus mengalami kematian secara jasmani. Yesus benar-benar minum sampai habis. Pertama, adalah kematian rohani; kedua, kematian jasmani; dan ketiga adalah terputus secara rohani dari Tuhan sendiri.

            Yesus mengalami kematian bagi setiap insan manusia, supaya kita memperoleh kehidupan. Dan kita pun memperoleh kehidupan dalam tiga aspek kehidupan yang telah direnggut dari Yesus. Persamaannya tepat sekali.

            Pertama, kita mendapatkan kehidupan yang rohani. Karena percaya kepada Yesus Kristus, kita dapat menikmati persatuan dan persekutuan dengan Tuhan dalam kehidupan di dunia sekarang juga. Dulu pun Yesus terhubung dengan Allah; hidup yang dinikmati-Nya adalah kehidupan Sang Bapa. Ia berkata:

            “Aku dan Bapa-Ku adalah satu” (Yohanes 10:30).

            Demikianlah halnya, sampai saat ketika Yesus harus menyerap dosa dan kejahatan manusia, kemudian hubungannya dengan Bapa itu terputus. Yesus telah terputus kehidupannya, supaya kita boleh disatukan kembali dengan Allah. Karena percaya akan Yesus, saudara dan saya dapat dipersatukan dengan Tuhan di dalam Roh, dan kita dapat menjalani kehidupan ini dalam persatuan dengan Tuhan, sama seperti Yesus pun menjalani kehidupan-Nya dalam persekutuan dengan Sang Bapa melalui Roh. Inilah sesungguhnya tujuan akhir yang hendak dicapai oleh pemberitaan Injil.

            Dalam 1 Yohanes 1:3 tertulis:

            “Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” (1 Yohanes 1:3).

            Yesus telah kehilangan persekutuan tersebut, supaya kita dapat memasuki persekutuan itu pada akhirnya.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Yesus telah mengalami kematian supaya aku boleh mendapat kehidupan; kehidupannya terputus, supaya hubunganku tersambung kembali; Ia kehilangan persekutuan, supaya aku dapat memasuki persekutuan tersebut. Ku-deklarasikan, kehidupan Yesus terputus oleh kematian, supaya aku dapat berhubungan dengan Allah untuk selama-lamanya. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Kehidupan yang Rohani: Bersekutu dengan Tuhan has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-148-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan