Kehidupan yang Rohani: Bersekutu dengan Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Petrus pun menghunus pedangnya untuk membela Yesus, supaya jangan ditangkap pihak berwajib di taman Getsemane. Tetapi Yesus berkata kepadanya:
“Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?” (Yohanes 18:11).
Yesus harus minum cawan yang pahit itu sampai ke ampas-ampasnya. Soalnya, karya Yesus sesungguhnya belum selesai di kayu salib itu sendiri. Malahan, ampas yang paling pahit itu baru “diminum” sesudah Yesus mengalami kematian secara jasmani. Yesus benar-benar minum sampai habis. Pertama, adalah kematian rohani; kedua, kematian jasmani; dan ketiga adalah terputus secara rohani dari Tuhan sendiri.
Yesus mengalami kematian bagi setiap insan manusia, supaya kita memperoleh kehidupan. Dan kita pun memperoleh kehidupan dalam tiga aspek kehidupan yang telah direnggut dari Yesus. Persamaannya tepat sekali.
Pertama, kita mendapatkan kehidupan yang rohani. Karena percaya kepada Yesus Kristus, kita dapat menikmati persatuan dan persekutuan dengan Tuhan dalam kehidupan di dunia sekarang juga. Dulu pun Yesus terhubung dengan Allah; hidup yang dinikmati-Nya adalah kehidupan Sang Bapa. Ia berkata:
“Aku dan Bapa-Ku adalah satu” (Yohanes 10:30).
Demikianlah halnya, sampai saat ketika Yesus harus menyerap dosa dan kejahatan manusia, kemudian hubungannya dengan Bapa itu terputus. Yesus telah terputus kehidupannya, supaya kita boleh disatukan kembali dengan Allah. Karena percaya akan Yesus, saudara dan saya dapat dipersatukan dengan Tuhan di dalam Roh, dan kita dapat menjalani kehidupan ini dalam persatuan dengan Tuhan, sama seperti Yesus pun menjalani kehidupan-Nya dalam persekutuan dengan Sang Bapa melalui Roh. Inilah sesungguhnya tujuan akhir yang hendak dicapai oleh pemberitaan Injil.
Dalam 1 Yohanes 1:3 tertulis:
“Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” (1 Yohanes 1:3).
Yesus telah kehilangan persekutuan tersebut, supaya kita dapat memasuki persekutuan itu pada akhirnya.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Yesus telah mengalami kematian supaya aku boleh mendapat kehidupan; kehidupannya terputus, supaya hubunganku tersambung kembali; Ia kehilangan persekutuan, supaya aku dapat memasuki persekutuan tersebut. Ku-deklarasikan, kehidupan Yesus terputus oleh kematian, supaya aku dapat berhubungan dengan Allah untuk selama-lamanya. Amin.
Kode: WD-B097-148-IND