Menerima Diri Sendiri

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Saudara harus benar-benar percaya apa yang Tuhan katakan dalam Alkitab: bahwa saudara sungguh sudah diterima di dalam Kristus. Menurut Alkitab, sejak di dalam kekekalan Tuhan sudah mempunyai rencana untuk menjadikan kita anak-anak-Nya, dan akhirnya Ia telah melaksanakan rencana tersebut melalui kematian Yesus di kayu salib, di mana Ia mati bagi kepentingan kita.
“(Lihat Efesus 1:4-6.)”
Apabila saudara datang melalui Yesus, Tuhan akan menerima saudara. Ia takkan menolakmu.
Namun untuk melangkah ke situ, saudara harus terlebih dahulu menerima diri sendiri. Seringkali, justru inilah yang paling sulit bagi manusia. Sering kita menengok ke belakang dan mengingat begitu banyak kegagalan dan kesalahan kita, bagaimana kita mengecewakan orang. Mungkin saudara sudah mem-vonis diri sebagai suatu “kegagalan”. Tetapi sebaliknya Tuhan tetap menyebutmu “Anak-Ku”. Kita harus menerima diri sendiri, karena Tuhan sendiri sudah menerima diri kita.
Apabila saudara datang kepada Allah melalui Yesus, sesungguhnya saudara menjadi suatu ciptaan yang baru:
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami” (2 Korintus 5:17–18).
Itulah ciptaan yang baru. Jangan sekali-kali mengingat dirimu sendiri dengan mengingat keberadaanmu sebelum engkau datang kepada Yesus, sebelum saudara menjadi suatu ciptaan yang baru.
Marilah kita berdoa bersama-sama:
“Tuhan, terima kasih karena Engkau mencintai diriku, sehingga Engkau membiarkan Anak-Mu, Yesus mati untukku. Aku bersyukur karena Yesus telah menanggung dosa-dosaku, mencabut ketertolakanku dan membayar lunas hukuman yang seharusnya ditimpakan kepadaku. Dan sebab aku datang kepada-Mu melalui Yesus, sekarang aku tak tertolak lagi, aku tidak terkucil lagi. Engkau sungguh mencintaiku. Aku benar-benar anak-Mu. Engkaulah Bapaku. Aku menjadi bagian dari keluarga-Mu. Surga menjadi tempat tujuanku. Terima kasih, Tuhan. Amin.”
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Aku percaya apa kata Tuhan – bahwa di dalam Kristus diriku telah diterima sepenuhnya – dan aku juga menerima diriku sendiri. Ku-deklarasikan bahwa Yesus telah menanggung ketertolakanku, supaya diriku diterima oleh-Nya bersama Allah Bapa. Amin.
Kode: WD-B097-146-IND