Obat Penawar untuk Ketertolakan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kurasa akibat utama dari ketertolakan adalah bahwa akhirnya kita, manusia, tidak mampu menerima atau pun memperlihatkan cinta kasih. Tidak seorang pun di antara kita yang mampu untuk menyatakan cinta kasih, kecuali kita sendiri pernah menerima atau merasakan cinta kasih itu terlebih dulu.
Inilah yang dikatakan oleh Rasul Yohanes dalam PB, ketika ia menulis:
“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (1Yohanes 4:19).
Saya tidak yakin apakah ada orang yang mampu mengasihi orang lain, sebelum ia lebih dahulu mengalamai dikasihi. Jadi, orang yang belum pernah menerima (mengalami) cinta kasih memang tidak mampu juga untuk mengekspresikan cinta kasih.
Sesudah akibat utama itu, akibat lainnya dari ketertolakan adalah cara orang-orang pada umumnya bereaksi apabila mereka tertolak. Ada tiga cara orang bereaksi terhadap penolakan: pertama, menyerah kalah; kedua, bertahan saja; dan ketiga, melawan. Memang ada tiga cara untuk bereaksi, tetapi semuanya mempunyai titik persamaan. Masing-masing cara itu sesungguhnya bersifat bela diri, karena tujuannya adalah supaya tidak ada yang tahu rasa sakit (hati) yang dirasakan. Ketiga-tiganya bukan jalan keluar yang positif. Hanya Tuhan yang menyediakan jalan keluar yang positif.
Di Yesaya 61:1 kita membaca sebuah janji yang akhirnya diwujudkan melalui kedatangan Yesus, Sang Juruselamat:
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara”.
Tuhan sendiri menyediakan obat penawar untuk ketertolakan, dan untuk itu Ia menggenapi janji di atas. Obat penawar itu dapat diperoleh melalui Yesus dan kayu salib. Bahkan sebelum menciptakan alam semesta ini, Tuhan sudah mempunyai sebuah rencana yang abadi: agar kita semua dapat menjadi anak-anak-Nya, putra-putri-Nya. Ketika Yesus memikul dosa-dosa anak manusia dan menderita ketertolakan kita, sesungguhnya Ia membuka jalan supaya anak-anak manusia (kita) boleh diterima oleh Tuhan. Dan penerimaan Tuhan itulah yang lebih penting dari segalanya.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, kini aku telah melepaskan diri dari semua akibat ketertolakanku dan menerima obat penawar yang disediakan Tuhan bagiku dalam sosok Yesus Kristus, Sang Juruselamat. Ku-deklarasikan bahwa Yesus telah menanggung ketertolakanku, supaya diriku diterima oleh-Nya bersama Allah Bapa. Amin.
Kode: WD-B097-142-IND