Ditakdirkan untuk Kemuliaan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Sebab semua orang yang [telah] dipilih-Nya dari semula, mereka juga [telah] ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang [telah] dipanggil-Nya, mereka itu juga [telah] dibenarkan-Nya. Dan mereka yang [telah] dibenarkan-Nya, mereka itu juga [telah] dimuliakan-Nya. Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segla sesuatu kepada kita bersama-sama dengan dia? (Roma 8:29–32)”
Apabila kita sudah menyatukan jatidiri dengan Yesus dalam kematian-Nya, pasti kita akan juga menerima warisan-Nya yang berlimpah. Kita menjadi ahli waris Allah dan rekan ahli waris Yesus. Namun semua ini memerlukan sebuah proses.
Paulus menjabarkan lima tahapan yang dilalui, dan kelima tahapan itu disebutkan sudah terjadi (di masa yang silam). Dua tahapan pertama terjadi dalam kekekalan, sebelum adanya apa yang disebut “waktu”: Tuhan telah mengenal kita dari semula dan Ia juga telah menetapkan takdir kita dari semula.
Selanjutnya, Tuhan telah memanggil kita melalui pekabaran Injil. Dan ketika meresponi panggilan tersebut, Tuhan pun telah membenarkan kita. Tetapi Ia tidak berhenti di situ saja. Ia juga telah memuliakan kita. Ia mengangkat kita untuk turut mengalami kemuliaan bersamaYesus di surga, sebagai imam dan raja. Tetapi semua itu bukan dikatakan “masih akan terjadi”, melainkan “sudah terjadi.”
“Karena itu, kalau kamu [telah] dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan-Nya. (Kolose 3:1–4)”
Jadi, sesungguhnya kita (orang percaya) sudah turut mengalami/ merasakan kemuliaan Kristus, namun hal itu terjadi di alam roh yang tidak kasat mata. Di mana Yesus sekarang berada, di situ juga kita berada sekarang.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, sejak dahulu Tuhan sudah mengenalku, menetapkan takdirku, memanggilku, dan membenarkan serta memuliakan aku. Yesus telah menanggung rasa malu yang ku alami, supaya diriku dapat ambil bagian dalam kemuliaan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-140-IND