Menolong Umat Pilihan Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Ketika kami masih tinggal di Israel, bersama dengan istriku saya pernah menolong dua wanita Yahudi yang baru saja melarikan diri dari negara komunis, Uni Soviet. Dalam artian tertentu kedua wanita itu benar-benar memelas keadaannya dan mereka sungguh-sungguh berharap kepada pertolongan kami. Kami berdua cukup banyak bersusah payah untuk menolong mereka, dan puji Tuhan akhirnya kami berhasil.
Pada suatu hari saya bersusah payah mendaki sebuah gunung di daerah kota Haifa untuk memberi pertolongan kepada mereka, dan saya sedikit menggerutu dalam hatiku, sebab siang itu cuaca panas terik. Sebenarnya kedua wanita itu belum pernah bersikap kurang berterima kasih. Tetapi dalam hati aku berpikir, berat juga semua yang perlu dilakukan untuk menolong kedua wanita itu. Lalu tiba-tiba Tuhan mengingatkan saya akan ayat yang berikut ini. Saya tidak ingat di mana ayat itu dalam Alkitab, tetapi kata-katanya dapat ku ingat begitu saja:
“Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.” (2 Timotius 2:10)
Sejak mendapatkan pengalaman tersebut, saya mulai menyadari bahwa apa yang saya lakukan itu belum apa-apa dibandingkan apa yang dilakukan Yesus ketika tergantung di kayu salib itu. Memang, saya dibuat repot oleh situasi kedua orang perempuan itu, tetapi kerepotan yang kualami itu tidak ada artinya. Padahal tujuan yang hendak dicapai adalah untuk menolong orang-orang pilihan Tuhan untuk memperoleh keselamatan dan kemuliaan yang kekal.
Semua orang Kristen perlu menyisihkan lebih banyak waktu untuk merenungkan dan memikirkan kata kemuliaan itu. Karena ke situlah tujuan kita semua. Percayalah, saudara, sekalipun harganya tidak murah, harga itu sangat layak. Kadang-kadang untuk itu kita harus berkorban dan berhenti “menyembah” dua idola manusia zaman modern, yaitu kenikmatan dan kenyamanan.
Memang terkadang kita harus direpotkan dan berkorban, tetapi jika kita dapat melihat apa saja yang akan dihasilkannya, di kemudian hari kita akan melihat orang-orang menikmati kemuliaan juga karena hal-hal yang pernah kita lakukan bagi mereka. Itulah sesungguhnya hal yang memotivasi Yesus. Ia tidak melakukannya bagi diri sendiri, melainkan untuk membawa banyak putra Allah kepada kemuliaan.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, demi membawa keselamatan bagi semua umat pilihan Allah, sama seperti Yesus aku akan juga menjauhi dua berhala, yaitu kenikmatan dan kenyamanan. Yesus telah menanggung rasa malu yang ku alami, supaya diriku dapat ambil bagian dalam kemuliaan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-138-IND