Sukacita yang Ada di Hadapan-Nya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Dalam Ibrani 12:2 Yesus disebut sebagai “yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.” Dalam versi terjemahan bahasa Inggris, yaitu Alkitab New International dan New American Standard Bible dikatakan Yesus adalah “penyempurna” iman kita.
Bolehkah saya memberi dorongan semangat kepada saudara melalui kata-kata yang terdapat dalam ayat ini? Apapun yang telah dimulai oleh Yesus, pasti akan dibawa-Nya kepada kesempurnaan. Jikalau Tuhan telah memulai sesuatu dalam diri saudara, Ia pasti akan menyelesaikannya secara tuntas. Itu adalah karena Dia mempunyai sifat yang setia – bukan karena kita sendiri cukup hebat.
Selanjutnya dikatakan dalam Ibrani 12:2 mengenai Yesus itu:
“dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”
Di kayu salib Yesus menanggung kehinaan, tetapi Ia tidak membiarkan diri-Nya terkecoh oleh itu. Ia telah mendapat suatu “sukacita yang disediakan bagi Dia.” Maka bagi-Nya kehinaan itu tidak mengecohkan-Nya dari tujuan yang disediakan bagi-Nya. Apakah gerangan “sukacita yang disediakan bagi Dia” itu? Yaitu bahwa Ia boleh membawa dan mengantarkan banyak putra Allah kepada kemuliaan. Yesus menderita penghinaan di kayu salib itu, demi membawa saudara dan saya – dan masih jutaan lagi orang lain seperti kita – kepada kemuliaan!
Tak ada cara lain yang lebih memalukan untuk mati daripada penyaliban. Kematian itu paling memalukan, karena itulah metode hukuman paling hina yang hanya akan diberlakukan pada penjahat yang paling bejat. Mengapa memalukan? Karena caranya orang yang bersangkutan harus mengalami kematian. Alkitab jelas berkata bahwa tentara Romawi mencopot semua pakaian Yesus. Yesus bergantung pada kayu salib itu dalam keadaan telanjang bulat dan dapat disaksikan semua orang selama tiga jam atau lebih. Orang yang lewat semua menertawakan-Nya.
Bagaimana seandainya saudara harus mengalami hal itu? Bagaimanakah kiranya perasaan saudara? Pasti saudara akan merasa terhina dan malu. Yesus menanggung penderitaan dan penghinaan itu, karena Ia melihat sesuatu yang ada di baliknya. Ia tahu bahwa melalui penderitaan itu Ia dapat membawa kita semua kepada kemuliaan.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Yesus telah menanggung rasa malu demi membawa banyak putra Allah kepada kemuliaan. Yesus telah menanggung rasa malu yang ku alami sebab sukacita yang ada di hadapan-Nya, supaya diriku dapat ambil bagian dalam kemuliaan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-137-IND