Turut Mengalami Kemuliaan-Nya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Apakah kebalikan dari rasa malu atau kehinaan itu? Menurut hemat saya, hal yang paling berlawanan dengan kehinaan itu adalah kemuliaan.
“Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah – yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan --, yaitu Allah yang membawa banyak orang [putra, dalam teks bahasa Inggris] kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.” (Ibrani 2:10)
Perhatikan, Yesus membawa banyak putra Allah kepada kemuliaan. Jadi, Yesus menanggung rasa malu yang kita alami dalam rangka membawa kita untuk sama-sama mengalami kemuliaanNya. Sebagian di antara kita mempunyai latar belakang yang sangat memalukan. Hal-hal yang tidak bisa sepenuhnya kita lupakan, kejadian-kejadian yang masih selalu menghantui dan mengganggu kita. Pikiran-pikiran negatif dan ingatan-ingatan yang menyakitkan itu seringkali mengganggu ketika kita ingin menyembah dan memuji-muji Tuhan.
Kalau begitu, cobalah mengingat kembali saja, bahwa di kayu salib Yesus pernah telanjang bulat selama tiga jam dan habis-habisan menanggung rasa malu kita, supaya kita dapat turut serta dalam kemuliaan-Nya pada akhirnya.
Saya pernah berkhotbah di negeri Belanda mengenai bagaimana Yesus menanggung kehinaan kita, dan seorang wanita Belanda kemudian meresponi khotbahku dengan mengirimkan kesaksiannya. Sebagai gadis yang masih kecil ia pernah diperkosa oleh sebuah gang anak-anak lelaki, dan sesudah itu ia juga masih mengalami pelecehan seksual lagi. Belakangan ia menikah, tetapi pernikahannya kurang bahagia, karena dalam hatinya masih ada kepahitan yang begitu mendalam terhadap orang-orang lelaki. Ia tidak dapat melepaskan diri dari rasa malu yang pernah dideritanya. Tetapi kemudian Tuhan melakukan sesuatu yang sungguh ajaib.
Ketika duduk sendirian di kamar tidurnya, tiba-tiba ia menerima sebuah penglihatan. Ia melihat Yesus yang tergantung pada kayu salib dalam keadaan telanjang bulat. Saat itu juga ia mulai menyadari dua hal: pertama, bahwa Yesus telah menanggung kehinaannya; dan kedua, bahwa sesungguhnya Yesus itu adalah lelaki juga. Meskipun begitu besar kepahitannya terhadap kaum lelaki, ia mulai menyadari bahwa seorang Lelaki telah menebus rasa malu yang dideritanya. Bukankah itu suatu hal yang indah?
Jangan lupa, ketika telanjang di kayu salib itu, Yesus diejek dan dihina oleh semua orang yang lewat. Rasa malu itulah yang paling dirasakannya pada penyaliban itu, dan Yesus tahan menderita semuanya itu.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Yesus telah menanggung hukuman demi rasa malu yang ku alami, sebab Ia menanggung rasa malu, supaya diriku dapat ambil bagian dalam kemuliaan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-136-IND