Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Turut Mengalami Kemuliaan-Nya

            Turut Mengalami Kemuliaan-Nya

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Yesus menanggung rasa malu kita yang paling dalam atas diri-Nya sendiri ketika Ia tergantung di kayu salib dalam keadaan terbuka dan tak berdaya. Pengorbanan-Nya adalah pembayaran yang sempurna untuk membebaskan kita dari masa lalu kita dan membawa kita masuk ke dalam kemuliaan-Nya yang kekal.

            Apakah kebalikan dari rasa malu atau kehinaan itu? Menurut hemat saya, hal yang paling berlawanan dengan kehinaan itu adalah kemuliaan.

            “Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah – yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan --, yaitu Allah yang membawa banyak orang [putra, dalam teks bahasa Inggris] kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.” (Ibrani 2:10)

            Perhatikan, Yesus membawa banyak putra Allah kepada kemuliaan. Jadi, Yesus menanggung rasa malu yang kita alami dalam rangka membawa kita untuk sama-sama mengalami kemuliaanNya. Sebagian di antara kita mempunyai latar belakang yang sangat memalukan. Hal-hal yang tidak bisa sepenuhnya kita lupakan, kejadian-kejadian yang masih selalu menghantui dan mengganggu kita. Pikiran-pikiran negatif dan ingatan-ingatan yang menyakitkan itu seringkali mengganggu ketika kita ingin menyembah dan memuji-muji Tuhan.

            Kalau begitu, cobalah mengingat kembali saja, bahwa di kayu salib Yesus pernah telanjang bulat selama tiga jam dan habis-habisan menanggung rasa malu kita, supaya kita dapat turut serta dalam kemuliaan-Nya pada akhirnya.

            Saya pernah berkhotbah di negeri Belanda mengenai bagaimana Yesus menanggung kehinaan kita, dan seorang wanita Belanda kemudian meresponi khotbahku dengan mengirimkan kesaksiannya. Sebagai gadis yang masih kecil ia pernah diperkosa oleh sebuah gang anak-anak lelaki, dan sesudah itu ia juga masih mengalami pelecehan seksual lagi. Belakangan ia menikah, tetapi pernikahannya kurang bahagia, karena dalam hatinya masih ada kepahitan yang begitu mendalam terhadap orang-orang lelaki. Ia tidak dapat melepaskan diri dari rasa malu yang pernah dideritanya. Tetapi kemudian Tuhan melakukan sesuatu yang sungguh ajaib.

            Ketika duduk sendirian di kamar tidurnya, tiba-tiba ia menerima sebuah penglihatan. Ia melihat Yesus yang tergantung pada kayu salib dalam keadaan telanjang bulat. Saat itu juga ia mulai menyadari dua hal: pertama, bahwa Yesus telah menanggung kehinaannya; dan kedua, bahwa sesungguhnya Yesus itu adalah lelaki juga. Meskipun begitu besar kepahitannya terhadap kaum lelaki, ia mulai menyadari bahwa seorang Lelaki telah menebus rasa malu yang dideritanya. Bukankah itu suatu hal yang indah?

            Jangan lupa, ketika telanjang di kayu salib itu, Yesus diejek dan dihina oleh semua orang yang lewat. Rasa malu itulah yang paling dirasakannya pada penyaliban itu, dan Yesus tahan menderita semuanya itu.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Yesus telah menanggung hukuman demi rasa malu yang ku alami, sebab Ia menanggung rasa malu, supaya diriku dapat ambil bagian dalam kemuliaan-Nya. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Turut Mengalami Kemuliaan-Nya has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-136-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan