Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Dibebaskan dari Rasa Malu

            Dibebaskan dari Rasa Malu

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Rasa malu akibat luka-luka masa lalu sering terasa seperti beban yang harus Anda pikul seumur hidup, namun sebenarnya Anda tidak perlu menanggungnya. Pelajarilah bagaimana Yesus telah memikul kehinaan terdalam kita di atas kayu salib, agar kita benar-benar dapat dibebaskan.

            Perasaan terhina adalah perasaan yang kejam dan sungguh tidak enak, dan masih juga ada orang Kristen yang mengalaminya. Rasa terhina itu seringkali diakibatkan oleh pelecehan seks atau pelecehan secara emosional, misalnya karena ditertawakan teman-teman di sekolah.

            Pernah saya membaca cerita bagaimana seorang bocah lelaki yang disuruh berdiri di depan kelas oleh kepala sekolahnya, kemudian kepala sekolah itu berkata kepada seluruh kelas: “Semua kamu telah lulus ujiannya, kecuali dia.” Betapa malunya perasaan anak itu sesudah kejadian tersebut.

            Banyak pengalaman kita semasa kecil dapat menimbulkan rasa malu. Hal-hal yang paling lama terjadi seringkali meninggalkan rasa malu yang paling sulit untuk dibuang dan dilupakan. “First In, Last Out,” istilahnya dalam bahasa komputer. “Yang paling lama masuk, keluarnya yang terakhir.”

            Boleh jadi, sumber yang paling utama dari rasa malu dalam masyarakat Barat adalah pelecehan seksual (bahkan di kalangan Kristiani). Saya sudah berhadapan dengan sekian banyak korban pelecehan seperti itu. Mereka hanya akan bisa terbebas dari rasa malu itu setelah mereka datang tersungkur di kaki salib.

            Ucapan nubuat yang berikut ini menggambarkan apa yang sesungguhnya telah dilakukan Yesus bagi umat manusia:

            “Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak berontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.”

            (Yesaya 50:5–6)

            Yesus berkata: “Aku memberi punggung-Ku.” Sesungguhnya Yesus tidak perlu disalibkan. Sebenarnya mudah bagi-Nya untuk memanggil 12 pasukan malaikat untuk menyelamatkan diri-Nya.

            “(Lihat Matius 26:53.)”

            Tetapi Ia tidak melakukannya. Ia memberikan punggung-Nya. Kita sudah melihat pencambukan yang dialami oleh Yesus seperti digambarkan orang, tetapi gambaran itu jauh dari kenyataan yang sebenarnya.

            Sesungguhnya yang terjadi sungguh mengerikan, karena dalam cambuk yang dipakai diselipkan pecahan-pecahan tulang atau logam. Apabila terkena di punggung pasti akan merobek kulitnya dan dagingnya tercabik-cabik. Itulah yang dialami oleh Yesus untuk kepentingan kita.

            Dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya ketika dipermalukan dan diludahi orang. Yesus menanggung rasa malu kita ketika tergantung di kayu salib.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, di kayu salib Yesus telah membebaskan diriku dari rasa malu – sebab Ia telah menanggung rasa malu yang kualami, supaya diriku dapat ambil bagian dalam kemuliaan-Nya. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Dibebaskan dari Rasa Malu has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-134-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan