Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Menikmati Berkat

            Menikmati Berkat

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Kehendak Allah yang sempurna adalah agar Anda melayani Dia dengan sukacita dan kegembiraan atas kelimpahan segala sesuatu. Pelajari mengapa kutuk-kutuk akibat ketidaktaatan yang terdapat dalam Perjanjian Lama tidak lagi berkuasa atas seorang anak Allah.

            Mari kita mempelajari kembali daftar kutuk-kutuk yang tertera di kitab Ulangan pasal 28. Cobalah saudara membaca kembali seluruh pasal ini, dan pikirkanlah apakah saat ini saudara sedang menikmati berkat atau sedang menderita karena suatu kutukan. Jika kita benar anak-anak Tuhan yang telah ditebus kembali, sesungguhnya kutuk-kutuk itu tidak dialami lagi, tetapi sebaliknya berkat-berkat-lah yang kita dapatkan. Mari kita sekarang memperhatikan secara khusus, berkat-berkat dan kutuk-kutuk yang berkenaan kekayaan dan kemiskinan:

            “Jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala pereintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau. … Terkutuklah bakulmu dan tempat adonanmu … sehingga engkau meraba-raba pada waktu tengah hari, seperti seorang buta meraba-raba di dalam gelap; perjalananmu tidak akan beruntung … Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkannya.”

            (Ulangan 28:15, 17, 29, 47–48)

            Kehendak Tuhan dinyatakan di dalam ayat 47, bahwa sebagai umat-Nya kita harus mengabdi kepada Tuhan, Allah kita, dengan “sukacita dan gembira hati” dalam “kelimpahan akan segala-galanya”. Kelimpahan merupakan kata yang begitu indah yang seringkali disebutkan dalam Alkitab. Artinya, kita mempunyai segala sesuatu yang kita perlukan, dan bahkan lebih dari itu. Masih ada sisa berkat juga untuk orang-orang lain. Jadi, sesungguhnya Tuhan menginginkan agar umat-Nya mengabdi kepada-Nya dengan sukacita dan hati yang gembira, mengingat segala kelimpahan yang diberikan-Nya.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, dengan penuh sukacita dan hati yang gembira aku akan mengabdi kepada Yesus sehingga mendapat kelimpahan dalam segala perkara. Sebab Yesus telah menanggung kemiskinanku supaya diriku mendapat bagian dalam kekayaan-Nya yang melimpah. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Menikmati Berkat has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-133-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan