Memenuhi Persyaratan-persyaratan Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Ada dua hal yang harus bisa kita bedakan, yaitu menerima kasih karunia sebagai sesuatu yang di”upayakan” (hal ini sesungguhnya tidak mungkin) dan memenuhi persyaratan yang diperlukan (suatu kewajiban). Perbedaan ini penting dan juga sangat masuk akal. Manusia tidak mungkin “bekerja” untuk mendapatkan kelimpahan dari Tuhan, karena kelimpahan itu hanya diberikan sebagai suatu kasih karunia (atau anugerah) semata-mata. Di sisi lain, kita juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan Tuhan untuk dapat menerima kelimpahan-Nya dengan iman. Jika kita tidak memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, iman kita tidak mempunyai dasar berpijak (yang sesuai dengan Alkitab). Untuk memenuhi persyaratan Tuhan motivasi dan sikap hati kita harus benar. Sebaiknya kita semua memeriksa baik-baik motivasi kita, terutama mengenai hal mendapatkan keuntungan.
Ada juga motivasi yang kurang baik berkenaan uang. Antara lain: (1) meng-idola-kan kekayaan
“keserakahan … sama dengan penyembahan berhala” (Kolose 3:5); “Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang” (1 Timotius 6:10)
(2) mengejar kekayaan dengan cara-cara yang berdosa
“Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal” (Yeremia 17:11)
(lihat juga Amsal 28:8)
(3) terlalu mengandalkan kekayaan untuk kesejahteraan dan ketenteraman hati kita
“Siapa yang mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh” (Amsal 11:28); “Janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya” (Yeremia 9:23)
(4) memakai kekayaan untuk keuntungan sendiri dan hal-hal yang sifatnya mementingkan diri
“Ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan” (Amsal 11:24).
Dalam Lukas 12:16-21 Yesus menceritakan suatu perumpamaan mengenai orang kaya yang membangun lumbung yang lebih besar untuk menyimpan hasil buminya. Tetapi Tuhan kemudian berkata kepada orang itu:
“Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil daripadamu” (ayat 20).
Lalu Yesus masih menambahkan lagi kata-kata yang berikut:
“Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah” (ayat 21).
Kita diarahkan supaya pertama-tama menjadi kaya di hadapan Tuhan, dengan memberikan perpuluhan dan kurban-kurban persembahan kita kepada Tuhan untuk pelebaran kerajaan-Nya.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, sambil memenuhi persyaratan Tuhan, dengan iman aku menerima kelimpahan-Nya atas diriku. Sebab Yesus telah menanggung kemiskinanku, supaya aku mendapat bagian dalam kekayaan-Nya yang melimpah. Amin.
Kode: WD-B097-131-IND