Seluruh Kasih Karunia:

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Yesus telah menanggung kemiskinan anak manusia, supaya kita dapat memiliki kekayaan-Nya yang melimpah.
Apabila kita miskin, artinya kita akan mengalami “lapar … haus … telanjang … dan kekurangan segala-galanya” (Ulangan 28:48). Kapankah saat-Nya Yesus menjadi miskin? Begitu Yesus menyatukan jatidiri-Nya dengan dosa-dosa anak manusia, saat itulah Ia menjadi miskin. Sejak waktu itu Ia menjadi semakin melarat, sampai saatnya ia dipakukan di kayu salib, dan di kayu salib itulah Ia mengalami kemiskinan total seperti digambarkan di atas.
Harap dimengerti, bahwa di kayu salib itu kemiskinan Yesus bukan saja bersifat spiritual (rohani). Ia juga miskin secara jasmani dan di bidang materi. Oleh sebab itu, berdasarkan hukum logika, kekayaan kita sebagai umat Kristen bukan saja dalam arti rohani juga. Yesus menjadi miskin total dalam artian jasmani dan di bidang materi, supaya kita, umat-Nya, boleh kaya, dan segala kebutuhan jasmani dan materi kita terpenuhi – dan malahan mempunyai lebih untuk dibagikan kepada orang-orang lain.
Ayat Alkitab yang kedua yang khusus membuktikan bahwa Yesus telah menanggung kutuk kemiskinan itu adalah 2 Korintus 9:8:
“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.”
Tuhan tidak kikir. Ia tak pernah hanya memberi secara pas-pasan saja. Ia memberi lebih dari cukup. Itulah yang dimaksudkan dengan kelimpahan. Di ayat yang di atas itu dua kali disebut kata limpah dan lebih (bahasa Inggris: abound) dan dalam teks bahasa Yunaninya empat kali disebut kata “segala”. Menurut saya, dari tata bahasanya pun tidak mungkin lebih jelas lagi. Apakah yang digambarkan dalam ayat ini? Kasih karunia Tuhan.
Yang menarik, dalam 2 Korintus pasal 8 dan 9, yaitu dua pasal yang banyak berbicara mengenai uang, kata kunci yang kita temukan adalah “kasih karunia” (bhs. Inggris: grace). Kata itu muncul tujuh kali di pasal 8 dan dua kali di pasal 9. Ini adalah kasih karunia yang beroperasi di sekitar urusan uang. Namun, patut disayangkan, hanya sedikit orang Kristen yang benar-benar mengerti sifat atau karakter dari kasih karunia Tuhan ini. Saya temukan, bahwa justru yang paling banyak ngomong mengenai “kasih karunia” (anugerah) itu, justru merekalah yang paling tidak mengerti.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Yesus dibiarkan melarat supaya kasih karunia Tuhan melimpah atas diriku – termasuk juga di bidang keuangan. Karena Yesus telah menanggung kemiskinanku, supaya diriku mendapat bagian dalam kekayaan-Nya yang melimpah. Amin.
Kode: WD-B097-129-IND