Kelimpahan-Nya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Ada banyak ayat Alkitab yang berkata bahwa Yesus benar-benar telah menanggung kutuk kemiskinan itu. Marilah kita melihat dua ayat secara khusus, dan kita mulai dengan 2 Korintus 8:9:
“Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya [might be rich, dalam teks bahasa Inggris] oleh karena kemiskinan-Nya”
Dulu kalau berkhotbah, saya sering mengutip bagian akhir ayat ini dengan mengatakan “might become rich” (supaya saya menjadi kaya), tetapi Roh Kudus mengingatkan bahwa ayat itu sebenarnya berkata “might be rich” (supaya saya kaya). Sebenarnya “become rich” (menjadi kaya) itu mudah saja, lalu sesudah itu bisa “become poor” (menjadi miskin) lagi. Tetapi kalau dikatakan “be rich” (supaya saya kaya), itu sifatnya permanen. Yesus telah mencabut (sampai ke akar-akarnya) kondisi kemiskinan kita, supaya kita kaya. Yesus menerima kondisi kemiskinan kita, supaya kita memiliki kekayaan-Nya.
Ada orang yang mengatakan bahwa Yesus memang miskin sepanjang masa pelayanan-Nya di bumi, tetapi menurut saya hal itu tidak seluruhnya benar. Sebaiknya kita membedakan antara kaya dan berkelimpahan. Yesus tidak kaya dalam artian bahwa ia memiliki banyak uang simpanan di bank atau memiliki banyak harta benda. Tetapi yang jelas, Ia berkelimpahan! Orang yang bisa memberi makan gratis 5.000 orang lelaki (plus para wanita dan anak-anak) pasti bukan orang yang melarat! Bahkan, sesudah memberi makan lebih kurang 12.000 orang, masih ada sisa makanan yang lebih daripada ketika Ia mulai memberi makan.
“(Lihat Matius 14:15-21.)”
Sungguh, suatu gambaran yang indah sekali mengenai apa yang disebut kelimpahan!
Selain itu, Yesus men-transfer (meneruskan) kelimpahan tersebut kepada para pengikut-Nya. Ketika Ia mengutus mereka semua untuk menyebarluaskan berita Injil, Ia menyuruh mereka untuk jangan membawa bekal lebih dari yang diperlukan. Tetapi menurut kesaksian pengikut-Nya itu, pada akhirnya mereka tidak kekurangan apa pun.
“(Lukas 22:35.)”
Itu jelas bukan kemiskinan!
Yesus tidak pernah khawatir atau bingung menghadapi apa pun. Segala keadaan Ia kendalikan sepenuhnya dengan sikap tenang. Ia tidak pernah meragukan Bapa-Nya yang pasti akan menyediakan segala keperluan-Nya. Dan Bapa-Nya pun tidak pernah mengecewakan Dia.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Engkau telah menanggung kutuk kemiskinan agar aku boleh memiliki kekayaan-Mu. Sebab Yesus telah menanggung kemiskinanku supaya diriku mendapat bagian dalam kekayaan-Nya yang melimpah. Amin.
Kode: WD-B097-128-IND