Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Kelimpahan-Nya

            Kelimpahan-Nya

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Yesus menanggung kutuk kemiskinan atas diri-Nya sendiri supaya Anda dapat menerima kekayaan-Nya. Lihatlah perbedaan yang luar biasa antara kekayaan duniawi dan kelimpahan ilahi, dan pelajarilah bagaimana hidup sepenuhnya bebas dari kekhawatiran dan kekurangan.

            Ada banyak ayat Alkitab yang berkata bahwa Yesus benar-benar telah menanggung kutuk kemiskinan itu. Marilah kita melihat dua ayat secara khusus, dan kita mulai dengan 2 Korintus 8:9:

            “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya [might be rich, dalam teks bahasa Inggris] oleh karena kemiskinan-Nya”

            Dulu kalau berkhotbah, saya sering mengutip bagian akhir ayat ini dengan mengatakan “might become rich” (supaya saya menjadi kaya), tetapi Roh Kudus mengingatkan bahwa ayat itu sebenarnya berkata “might be rich” (supaya saya kaya). Sebenarnya “become rich” (menjadi kaya) itu mudah saja, lalu sesudah itu bisa “become poor” (menjadi miskin) lagi. Tetapi kalau dikatakan “be rich” (supaya saya kaya), itu sifatnya permanen. Yesus telah mencabut (sampai ke akar-akarnya) kondisi kemiskinan kita, supaya kita kaya. Yesus menerima kondisi kemiskinan kita, supaya kita memiliki kekayaan-Nya.

            Ada orang yang mengatakan bahwa Yesus memang miskin sepanjang masa pelayanan-Nya di bumi, tetapi menurut saya hal itu tidak seluruhnya benar. Sebaiknya kita membedakan antara kaya dan berkelimpahan. Yesus tidak kaya dalam artian bahwa ia memiliki banyak uang simpanan di bank atau memiliki banyak harta benda. Tetapi yang jelas, Ia berkelimpahan! Orang yang bisa memberi makan gratis 5.000 orang lelaki (plus para wanita dan anak-anak) pasti bukan orang yang melarat! Bahkan, sesudah memberi makan lebih kurang 12.000 orang, masih ada sisa makanan yang lebih daripada ketika Ia mulai memberi makan.

            “(Lihat Matius 14:15-21.)”

            Sungguh, suatu gambaran yang indah sekali mengenai apa yang disebut kelimpahan!

            Selain itu, Yesus men-transfer (meneruskan) kelimpahan tersebut kepada para pengikut-Nya. Ketika Ia mengutus mereka semua untuk menyebarluaskan berita Injil, Ia menyuruh mereka untuk jangan membawa bekal lebih dari yang diperlukan. Tetapi menurut kesaksian pengikut-Nya itu, pada akhirnya mereka tidak kekurangan apa pun.

            “(Lukas 22:35.)”

            Itu jelas bukan kemiskinan!

            Yesus tidak pernah khawatir atau bingung menghadapi apa pun. Segala keadaan Ia kendalikan sepenuhnya dengan sikap tenang. Ia tidak pernah meragukan Bapa-Nya yang pasti akan menyediakan segala keperluan-Nya. Dan Bapa-Nya pun tidak pernah mengecewakan Dia.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Engkau telah menanggung kutuk kemiskinan agar aku boleh memiliki kekayaan-Mu. Sebab Yesus telah menanggung kemiskinanku supaya diriku mendapat bagian dalam kekayaan-Nya yang melimpah. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Kelimpahan-Nya has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-128-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan