Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            “Apa yang Dijanjikan Bapa-Ku”

            “Apa yang Dijanjikan Bapa-Ku”

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Alkitab memuat ribuan janji Allah, namun Yesus Kristus secara khusus menyoroti satu janji di atas segala janji lainnya sebagai Janji Bapa. Temukan bagaimana berkat tertinggi ini, yang telah dibeli melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, diberikan secara cuma-cuma kepada Anda hanya melalui iman.

            Untuk menerima hadiah pemberian Roh Kudus, orang yang percaya itu tidak boleh sedikit pun mengandalkan diri sendiri. Semuanya bergantung semata-mata kepada karya pendamaian Kristus, yang lebih dari cukup.

            “Oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan”, bukan oleh prestasi kerja atau amal perbuatan kita (Galatia 3:14).

            Hal ini sesuai dengan kata-kata akhir yang diucapkan Yesus kepada para pengikut-Nya sebelum naik ke surga:

            “Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Lukas 24:49).

            Saat itu yang dimaksudkan Yesus adalah baptisan Roh Kudus yang akan diterima para pengikut-Nya pada hari Pentakosta.

            Ungkapan “apa yang dijanjikan Bapa-Ku” itu menyingkapkan bagaimana sebenarnya pemikiran dan maksud tujuan Allah Bapa sehubungan dengan karunia Roh Kudus itu. Pernah ada orang yang menghitung dalam Alkitab, bahwa sekurang-kurangnya ada tujuh ribu janji yang berbeda-beda yang disampaikan Allah kepada umat-Nya yang percaya. Tetapi di antara semua janji itu Yesus mengatakan hanya ada satu di antaranya yang bersifat unik, yaitu: apa yang dijanjikan oleh Roh.

            Paulus menyebutnya “berkat Abraham”

            “berkat Abraham” (Galatia 3:14).

            Dengan demikian ia mengkaitkan hal itu dengan rencana besar Tuhan ketika Ia memilih Abraham. Ketika memanggil Abraham dari tanah Ur Allah berkata:

            “Aku akan … memberkati engkau … dan engkau akan menjadi berkat. ... dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 12:2–3).

            Tuhan berkali-kali menegaskan kembali rencana-Nya itu ketika berkomunikasi lebih lanjut dengan Abraham.

            “Maka Aku akan memberkati engkau … Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 22:17–18).

            Semua janji Allah itu bertumpu pada yang dikatakan Paulus, yaitu:

            “apa yang dijanjikan oleh Roh” (Galatia 3:14).

            Yesus mencurahkan darah-Nya di kayu salib untuk membeli berkat yang telah dijanjikan kepada keturunan Abraham itu.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Kudeklarasikan, darah Yesus telah tercurah di kayu salib untuk membeli berkat Abraham – yaitu yang dikatakan Yesus sebagai “apa yang dijanjikan Bapa-Ku” – dan aku akan menerima janji berkat Roh Kudus itu, karena Yesus terkutuk supaya diriku dapat menerima berkat yang tersedia. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how “Apa yang Dijanjikan Bapa-Ku” has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-125-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan