Berkat serta Kutuk – Realitas Kehidupan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kristus dijadikan kutuk di kayu salib, supaya kita boleh memenuhi persyaratan untuk menerima berkat. Untuk dapat menerima persediaan yang dibuat Tuhan untuk kita, kiranya perlu bahwa kita mengerti sifat dan karakter dari berkat maupun kutuk. Jika tidak mengerti kedua konsep ini, kita takkan dapat memanfaatkan persediaan Tuhan untuk diri sendiri.
Baik berkat maupun kutuk merupakan tema-tema penting dalam Alkitab. Istilah “berkat” muncul lebih dari 410 kali dalam Alkitab. Sedangkan kata “kutuk” hampir 160 kali. Dengan kata lain, Alkitab mempunyai banyak yang perlu dikatakan mengenai kedua-duanya. Kedua-dua hal tersebut merupakan fakta yang sungguh nyata – sedemikian nyatanya, sehingga Yesus pun harus dijadikan terkutuk, supaya umat manusia dapat dibebaskan dan diselamatkan dari kutukan dan menerima berkatnya.
Ada pula orang yang merasa bahwa berkat itu sesuatu yang nyata, namun kutukan itu sesuatu yang takhayul saja atau bersifat hipotesis. Sebenarnya pola pikir begini sangat tidak logis. Jika kita membahas dua hal yang merupakan kebalikan satu sama lain, sudah tentu kalau yang satunya sungguh nyata, tentu kebalikannya pun pasti juga nyata. Contohnya adalah siang dan malam, misalnya. Jika siang itu nyata, tentu malamnya juga nyata. Panas dan dingin – jika panas itu nyata, tentu dingin pun demikian. Kebaikan dan kejahatan – jika kebaikan itu nyata, maka kejahatan pun nyata juga. Tidak boleh kita menerima yang satu, kemudian mengabaikan yang lainnya. Begitu juga dengan berkat dan kutuk. Berkat itu sesuatu yang nyata, begitu pun kutuk.
Alkitab mengajarkan banyak sekali mengenai karakter dari berkat dan kutuk itu, bagaimana caranya berkat dan kutuk itu beroperasi, bagaimana caranya kita bisa mendeteksi bahwa ada kutukan dalam hidup kita, dan bagaimana kita dapat terlepas dari kutuk itu. Jika kita tidak tahu banyak mengenai ini, kita sendiri yang akan dirugikan. Jika kita gagal mengerti bagaimana Tuhan menggantikan kutuk dengan berkat, maka kita akan kehilangan banyak dari persediaan seutuhnya yang dibuat Tuhan untuk kita dengan matinya Yesus sebagai kurban pada kayu salib.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan keyakinanku bahwa berkat-berkat itu sungguh nyata, sedangkan kutuk itu juga begitu nyata, sehingga Yesus harus menjadi terkutuk supaya aku dapat menerima berkat yang sudah tersedia. Amin.
Kode: WD-B097-120-IND