Pertukaran yang Lengkap

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri.” (Yesaya 53:6)
Ayat yang satu ini dapat dirangkum dengan sebuah kata, yaitu: pemberontakan. Itulah dosa utama dari seluruh umat manusia.
Kemudian Nabi Yesaya meneruskan:
“Tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya [Yesus] kejahatan kita sekalian” (ayat 6).
Perkataan “kejahatan”, atau iniquity dalam bahasa Inggris (avon, dalam bahasa Ibrani) artinya adalah “pemberontakan,” “hukuman atas pemberontakan,” dan “semua akibat buruk dari pemberontakan.” Di kayu salib itulah, Yesus — Adam yang terakhir yang menggantikan posisi kita — menjadi sang “pemberontak” yang menjadi pelaku pemberontakan umat manusia serta menanggung segala akibat buruk dari pemberontakan.
Kalau saudara sudah sampai di sini, maka inilah pintu yang harus saudara buka untuk memasuki rumah di mana seluruh harta karun Tuhan tersimpan. Artinya, jika saudara benar mengerti. Di sinilah terjadinya transaksi penukaran. Segala dampak negatif yang semestinya menimpa manusia karena pemberontakannya ditimpakan kepada Yesus. Apa tujuannya? Supaya segala kebaikan yang semestinya diterima oleh-Nya (karena ketaatan-Nya yang sempurna) dapat ditawarkan kepada kita!
Bagaimana pun sudut pandang kita melihatnya, “perrtukaran” itu bersifat benar-benar total. Yesus menjalani hukuman, supaya manusia mendapatkan pengampunan. Ia dilukai, supaya kita dapat disembuhkan. Ia menanggung dosa kita, supaya kita dapat ambil bagian dalam kebenaran-Nya. Kematian kita yang diderita-Nya, supaya kita dapat menikmati kehidupan-Nya. Ia dijadikan terkutuk, supaya kita yang menerima berkatnya. Ia menderita kemiskinan kita, supaya kita dapat menikmati kekayaan-Nya yang melimpah. Ia telah menanggung malu kita, supaya kita dapat memiliki kemuliaan-Nya. Ia menderita ketertolakan kita, supaya kita diterima oleh-Nya.
Cobalah membayangkan pemberontak yang terpaku di kayu salib itu, maka sadarlah saudara bahwa sesungguhnya saudaralah yang semestinya dipakukan di sana. Tetapi syukurlah Yesus yang menggantikan posisi saudara. Ia bukan saja menyandang pemberontakan saudara, tetapi juga menanggung segala konsekuensi buruk dari pemberontakan itu, supaya pada gilirnya nanti saudara dapat menaati Tuhan dengan sempurna dan akibatnya menerima segala berkat yang tersedia.
Itulah karya dari kasih karunia atau rahmat Tuhan. Saudara tak dapat memperolehnya dengan bekerja keras, sebenarnya saudara tidak pantas memperolehnya, dan sama sekali tidak berhak memintanya. Hanya ada satu cara untuk menerimanya, yaitu dengan beriman. Jadi, beriman sajalah.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan bahwa Yesus telah menjalani kematianku supaya diriku dapat menerima kehidupan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-119-IND