Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Pertukaran yang Lengkap

            Pertukaran yang Lengkap

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Yesus menjadi pemberontak menggantikan kita, menanggung sepenuhnya beban dosa dan malu kita di atas Kayu Salib. Melalui pertukaran ilahi ini, segala berkat dari ketaatan-Nya yang sempurna kini ditawarkan secara cuma-cuma kepada kita, asalkan kita mau percaya.
            “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri.” (Yesaya 53:6)

            Ayat yang satu ini dapat dirangkum dengan sebuah kata, yaitu: pemberontakan. Itulah dosa utama dari seluruh umat manusia.

            Kemudian Nabi Yesaya meneruskan:

            “Tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya [Yesus] kejahatan kita sekalian” (ayat 6).

            Perkataan “kejahatan”, atau iniquity dalam bahasa Inggris (avon, dalam bahasa Ibrani) artinya adalah “pemberontakan,” “hukuman atas pemberontakan,” dan “semua akibat buruk dari pemberontakan.” Di kayu salib itulah, Yesus — Adam yang terakhir yang menggantikan posisi kita — menjadi sang “pemberontak” yang menjadi pelaku pemberontakan umat manusia serta menanggung segala akibat buruk dari pemberontakan.

            Kalau saudara sudah sampai di sini, maka inilah pintu yang harus saudara buka untuk memasuki rumah di mana seluruh harta karun Tuhan tersimpan. Artinya, jika saudara benar mengerti. Di sinilah terjadinya transaksi penukaran. Segala dampak negatif yang semestinya menimpa manusia karena pemberontakannya ditimpakan kepada Yesus. Apa tujuannya? Supaya segala kebaikan yang semestinya diterima oleh-Nya (karena ketaatan-Nya yang sempurna) dapat ditawarkan kepada kita!

            Bagaimana pun sudut pandang kita melihatnya, “perrtukaran” itu bersifat benar-benar total. Yesus menjalani hukuman, supaya manusia mendapatkan pengampunan. Ia dilukai, supaya kita dapat disembuhkan. Ia menanggung dosa kita, supaya kita dapat ambil bagian dalam kebenaran-Nya. Kematian kita yang diderita-Nya, supaya kita dapat menikmati kehidupan-Nya. Ia dijadikan terkutuk, supaya kita yang menerima berkatnya. Ia menderita kemiskinan kita, supaya kita dapat menikmati kekayaan-Nya yang melimpah. Ia telah menanggung malu kita, supaya kita dapat memiliki kemuliaan-Nya. Ia menderita ketertolakan kita, supaya kita diterima oleh-Nya.

            Cobalah membayangkan pemberontak yang terpaku di kayu salib itu, maka sadarlah saudara bahwa sesungguhnya saudaralah yang semestinya dipakukan di sana. Tetapi syukurlah Yesus yang menggantikan posisi saudara. Ia bukan saja menyandang pemberontakan saudara, tetapi juga menanggung segala konsekuensi buruk dari pemberontakan itu, supaya pada gilirnya nanti saudara dapat menaati Tuhan dengan sempurna dan akibatnya menerima segala berkat yang tersedia.

            Itulah karya dari kasih karunia atau rahmat Tuhan. Saudara tak dapat memperolehnya dengan bekerja keras, sebenarnya saudara tidak pantas memperolehnya, dan sama sekali tidak berhak memintanya. Hanya ada satu cara untuk menerimanya, yaitu dengan beriman. Jadi, beriman sajalah.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, karena karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan bahwa Yesus telah menjalani kematianku supaya diriku dapat menerima kehidupan-Nya. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Pertukaran yang Lengkap has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-119-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan