Kehidupan Kekal yang Berkelimpahan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Yesus menyebut diri-Nya sendiri “gembala yang baik”
“gembala yang baik” (Yohanes 10:11, 14).
Persediaan yang diberikan oleh sang gembala, seperti digambarkan dalam Mazmur pasal 23, dapat disimpulkan dengan sebuah perkataan yang luar biasa: rasa aman yang total. Namun hendaknya diingat bahwa semua persediaan itu ditentukan oleh komitmen kita. Apabila komitmen kita bersifat total, maka keamanan kita pun akan bersifat total. Jika komitmen kita dibatasi, maka kita tidak akan menikmati keamanan total hyang ditawarkan oleh Yesus.
Gambaran dalam PL ini dapat kita tegaskan dengan melihat kata-kata Yesus dalam PB:
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yohanes 10:10).
Yesus memberitahu kepada kita apa alasan-Nya untuk datang ke dunia. Ia menympulkannya dengan sebuah ungkapan yang singkat dan sederhana: supaya kita ”mempunyai hidup”. Bukan sekadar hidup dalam suatu cara yang terbatas, melainkan hidup yang “berkelimpahan”. Hidup yang melimpah ruah. Kehidupan untuk setiap aspek keberadaan kita. Kehidupan yang lebih dari cukup untuk menghadapi tantangan dan tekanan apa pun juga yang kita hadapi.
Kemudian, tidak beberapa lama kemudian Yesus memakai kata-kata “hiduip yang kekal”:
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” (Yohanes 10:27–28)
Perhatikanlah kalimat-kalimat kuncinya: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya.” Dari ayat ini kita melihat bahwa Yesus dating supaya kita memperoleh kehidupan yang kekal, suatu kehidupan yang berlanjut sesudah hidup di dunia ini. Kehidupan sesudah kita dikuburkan. Kehidupan yang akan berlangsung selama-lamanya.
Pernah saya mendengar seseorang membuat komentar berikut yang sungguh membuka wawasan kita: “Saya percaya bahwa saya akan hidup selama Tuhan hidup, karena Tuhan telah menjadi hidup saya.” Itulah jenis kehidupan untuk mana Yesus dating dan menawarkan kepada kita. Kehidupan-Nya – secara kekal abadi.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena karya-Mu di kayu salib. Karena kematian-Mu kini aku memiliki kehidupan kekal yang berkelimpahan, sebab Yesus menjalani kematianku supaya diriku dapat menerima kehidupan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-118-IND