“Wakil” Anak Manusia yang Menakjubkan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Sekarang marilah kita membaca beberapa ayat Alkitab yang menunjukkan bagaimana Yesus telah menyatukan jatidiri-Nya dengan anak-anak manusia dan menebus kesalahan mereka.
“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia mmbebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”
Setelah Adam melakukan pemberontakan, maka ia mulai mengalami terikat kepada Iblis, kematian dan proses pembusukan. Ia tidak menjadi seorang raja, tetapi seorang budak. Ia tidak lagi merdeka. Namun untuk dapat membebaskan anak-anak manusia dari perbudakan tersebut, Yesus mengambil bentuk dan sifat Adam dan sendiri juga menjadi manusia. Ia menerima darah dan daging yang sama seperti saudara dan saya. Dengan demikian melalui kematian-Nya Ia dapat menghancurkan Iblis yang sempat memegang kekuasaan atas kematian. Dengan demikian Yesus dapat membebaskan semua kita yang seumur hidup ini telah diperbudak karena takut mati.
Di kayu salib Yesus menerima untuk memakai sifat anak manusia yang telah jatuh dalam dosa dan memikul semua dosa mereka. Hal ini juga dikemukakan dalam 1 Petrus 2:24:
“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh”.
Di kayu salib Yesus sepenuhnya menyatukan jatidiri-Nya dengan dosa dan kesalahan manusia. Demikianlah, Ia menjadi “kurban kesalahan” yang agung dan yang terakhir untuk menghapuskan sama sekali semua dosa dan kesalahan umat manusia. Ia memikul dosa-dosa kita serta vonis yang dijatuhkan atas kita. Luka-luka yang seharusnya kita derita menjadi luka-luka-Nya dan kematian yang Ia jalani sesungguhnya adalah kematian yang seharusnya menimpa kita. Yesus telah menebus dosa pemberontakan mewakili anak-anak manusia. Ia menjadi Adam yang kedua dan terakhir, tergantung pada kayu salib mengucurkan darah kehidupan-Nya. Ia memberi diri-Nya secara total untuk menebus dan menyelamatkan kita.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, Engkau telah memberi diri-Mu dengan seutuhnya untuk menebus/ menyelamatkanku dan Yesus menjalani kematianku supaya diriku dapat menerima kehidupan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-115-IND