Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Penderitaan-Nya bagi Kita

            Penderitaan-Nya bagi Kita

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Yesaya 53 memberikan nubuat yang sangat akurat tentang penderitaan Mesias, yang ditulis berabad-abad sebelum Salib. Mulai dari kesunyian-Nya di hadapan para penuduh hingga pemakaman-Nya di kubur orang kaya, Injil menunjukkan bagaimana setiap detail telah digenapi dengan sempurna dalam diri Tuhan Yesus.

            Dalam Yesaya pasal 53 kita mendapatkan suatu gambaran profetik mengenai penderitaan yang dialami oleh Yesus, dan nubuat itu tertulis lebih dari 700 tahun sebelumnya semua itu terjadi.

            “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, dia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya” (Yesaya 53:7–9)

            Rincian kejadian itu semuanya digenapkan secara akurat sekali dalam penderitaan serta kematian Yesus. Pertama, dalam kitab-kitab Injil diswbutkan hingga beberapa kali bahwa Yesus sama sekali tidak berusaha untuk menjawab para penuduh-Nya, membenarkan diri atau melakukan suatu pembelaan diri.

            “(Lihat misalnya Markus 15:3-5.)”

            Ia mati karena tuduhan yang tidak berdasar dan melalui suautu proses pengadilan yang tidak adil, dan akhirnya Ia “terputus dari negeri orang-orang hidup.”

            Rincian mengenai proses penguburan-Nya pun akurat sekali:

            “Ia dikuburkan bersama orang jahat; makamnya di tengah-tengah orang kaya” (BIMK).

            “Orang jahat” ditulis dalam bentuk jamak, tetapi “orang kaya” dalam bentuk tunggal. Menurut sejarah, ketika Yesus diturunkan dari kayu salib itu ia sedianya akan dikuburkan dengan dua orang pencuri yang disalibkan di kiri-kanan-Nya, tetapi tahu-tahu Ia dikuburkan dalam makam seorang yang kaya, yaitu Yusuf dari Arimatea.

            Yesaya menegaskan bahwa Yesus mati bukan karena dosa atau kesalahan-Nya sendiri. Ia sama sekali tidak bersalah, namun Ia mati karena dihukum sebagai penjahat.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, karena karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan bahwa Engkau menderita dan mati bagiku – bahwa Yesus menjalani kematianku supaya diriku dapat menerima kehidupan-Nya. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Penderitaan-Nya bagi Kita has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-114-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan