Pendamaian: Poros Rodanya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Marilah kita mengkaji sejenak bagaimana posisi dan fungsi karya Pendamaian ilahi berkaitan dengan seluruh pesan Injil. Untuk itu, cobalah saudara bayangkan bagaimana struktur sebuah roda, yang pada dasarnya terdiri dari tiga bagian: lingkaran luar, jari-jari dan poros roda.
Dalam gambar ini lingkaran luar menggambarkan seluruh persediaan Allah untuk semua bidang kehidupan kita, yaitu rohani, jasmani dan bidang keuangan, baik untuk kehidupan masa kini maupun untuk kekekalan. Jari-jari roda yang mengikat dan menopang lingkaran luar roda itu menggambarkan berbagai cara yang digunakan Tuhan untuk menyediakan apa yang diperlukan. Misalnya, Tuhan menyediakan lewat pengampunan (damai sejahtera), kesembuhan (kesehatan), pelepasan (kemerdekaan), pengudusan (kesucian), dan seterusnya.
Tentu saja, tanpa adanya poros, jari-jari roda itu tidak ada pegangannya. Begitu juga, melalui poros itulah keluar tenaga yang diperlukan untuk membuat roda berputar. Dalam persediaan Tuhan proses pendamaian ilahi (atonement, dalam bahasa Inggris dan di PL sering disebut juga grafirat) merupakan poros tengahnya dan menyediakan tenaga atau kuasa yang diperlukan bagi kehidupan orang Kristen.
Dalam Ibrani 2:9 kita membaca bahwa dengan kemurahan Allah Yesus mengalami kematian bagi semua manusia. Sesungguhnya Ialah yang menggantikan diri kita, karena hukuman yang semestinya menimpa kita ditimpakan atas-Nya.
“Ibrani 2:9”
Di Yesaya 53:6 tertulis:
“Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian”.
Yang dimaksud dengan “kejahatan” di sini adalah “pemberontakan”. Keberadaan umat manusia yang secara keseluruhan sifatnya memberontak disimpulkan melalui kata tersebut. Pada dasarnya manusia telah membalikkan punggungnya dan meninggalkan Tuhan. Kita lebih suka menempuh cara-cara kita sendiri. Kitalah yang menetapkan standar kita sendiri, menyenangkan hati dan hidup untuk diri sendiri.
Seluruh umat manusia telah memberontak tetapi Tuhan menimpakan pemberontakan itu pada Yesus. Seluruh pemberontakan kita ditimpakan kepada-Nya. Ketika Ia tergantung di kayu salib, segala konsekuensi buruk dari pemberontakan manusia ditimpakan atas-Nya: penyakit, penolakan, kesakitan, ketersiksaan, dan pada akhirnya kematian juga. Tetapi sesungguhnya matinya itu bukan bagi Diri sendiri. Ia mengalami kematian itu menggantikan kita, anak-anak manusia.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, diriku telah bertobat dari sikapku yang memberontak, dan Yesus telah merasakan kematian dengan menggantikan tempatku – sebab Yesus menjalani kematianku supaya diriku dapat menerima kehidupan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-113-IND