“Menu kitab Roma”

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Sekarang marilah kita melihat kitab Roma, sebuah “buku resep” yang mujarab untuk kita ikuti. Kata resep biasanya langsung mengingatkan kita akan buku masak. Jika umat Kristen memakai Alkitab dengan sederhana dan praktis seperti para jurumasak di restoran memakai buku resep mereka, maka kita akan mendapati bahwa semua resep yang diberikan oleh Tuhan pasti akan menghasilkan sukses. Resep Ajaib kitab Roma merupakan cara Tuhan untuk memudahkan kebenaran Injil selalu bekerja efektif dalam kehidupan kita.
“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara ornang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya aalah kehidupan bagi Allah.”
(Roma 6:1–10)
Sungguh ajaib hasilnya apabila kita mengikuti “resep” ini: “kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa”. Kalian tidak lagi akan didominasi atau dikendalikan oleh dosa. Kita dilepaskan dari belenggu dosa dan segala akibatnya dengan “menyatukan jatidiri” kita dengan Kristus di dalam kematian, penguburan, kebangkitan dari kematian dan pengangkatan-Nya ke surga.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan bahwa aku tidak akan dikuasai dosa lagi – sebab Yesus dibiarkan menanggung dosaku supaya diriku dinyatakan benar oleh kebenaran-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-110-IND