Kurban Persembahan yang Sempurna

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Rupanya Tuhan “berkenan” membuat Yesus jatuh sakit, atau “menjadikan Dia sakit dengan meremukkan Dia.” Secara fisik Yesus telah dibiarkan hancur hingga sakit. Tubuhnya benar-benar diremukkan, di”permak”, dimutilasi – terserah kata apa lagi yang ingin saudara gunakan. Yesus menjadi pesakitan total di kayu salib.
“Apabila ia [Yesus] menyerahkan dirinya sebagai kurban penebus salah ia [Ia] akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana olehnya.” (Yesaya 53:10)
Kalau dalam teks bahasa Indonesia digunakan kata-kata “kurban penebus salah” (an offering for sin, dalam teks bahasa Inggris), dalam bahasa Ibraninya hanya satu kata dipakai, yaitu asham. Artinya “kesalahan”, “dosa” atau “kurban penebus dosa.” Dalam bahasa PL kata yang dipakai untuk kesalahan dan kurban untuk kesalahan hanya satu saja. Mengapa demikian? Karena dalam perundang-undangan hukum Lewi ada ketentuan sebagai berikut: Pada waktu hewan kurban dibawa untuk dijadikan kurban penebus dosa, orang yang hendak ditebus dosanya akan meletakkan tangan-tanganya atas kepala hewan itu dan mengaku dosanya atas hewan tersebut. Dengan demikian secara simbolis ia memindahkan dosanya kepada hewan tersebut. Dengan demikian, kurban penebus dosa itu menjadi dosa karena dosa orang yang bersangkutan. Demikianlah, hewan itulah yang akan dihukum mati. Semestinya orang berdosa tadi yang dihukum mati, tetapi sebagai gantinya hewan itulah yang dibunuh.
Tentu saja, semua ini adalah untuk menggambarkan kematian Kristus. Penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa tidak mungkin darah lembu jantan atau kambing cukup untuk menghapus dosa.
“...tidak mungkin darah lembu jantan atau kambing cukup untuk menghapus dosa.” (Ibrani 10:4)
Jadi, sistem pengurbanan yang diadakan untuk bangsa Yahudi itu tidak lebih daripada suatu gambaran (bayangan) yang pada akhirnya menunjuk kepada transaksi pengurbanan yang akan terjadi di kayu salib. Tetapi di sini Alkitab berbicara mengenai peristiwa itu sendiri, di mana Alah membuat jiwa Yesus menjadi dosa. Itulah makna sesungguhnya dari kata-kata nubuat di atas, yaitu bahwa Ia dijadikan “kurban penebus salah.” Rasul Paulus menegaskan hal ini ketika ia mengutip Yesaya 53:10 dalam ayat berikut ini:
“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Korintus 5:21)
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan bahwa Tuhan membiarkan Yesus menanggung dosaku supaya diriku dinyatakan benar oleh kebenaran-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-108-IND