Bagaimana Memperoleh Kesembuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Pada tahun 1943 saya pernah terbaring sakit di rumah sakit selama berbulan-bulan. Seorang ibu dari Bala Keselamatan datang mengunjungi saya dan ia mendoakan saya. Pada waktu itu ada firman Tuhan yang disampaikannya kepada saya:
“Lihatlah karya Tuhan di bukit Golgota, suatu karya yang sempurna – sempurna dalam setiap hal, sempurna dalam setiap aspek.”
Apa yang dikatakan saat itu sudah banyak saya renungkan semenjak itu, dan sesungguhnya sejauh ini saya baru membahas “kulit”nya saja mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di kayu salib. Karya salib itu merupakan karya yang sungguh sempurna. Pekerjaan itu sudah selesai, dari sudut pandang mana pun kita melihatnya. Apapun jenisnya bantuan yang kita butuhkan, sesungguhnya hal itu sudah diselesaikan di kayu salib.
“Wah, itu kedengarannya gampang sekali,” demikian saudara mungkin berkata, “tetapi bagaimanakah caranya kita dapat mendapatkannya?” Mengenai soal kesembuhan banyak orang sering bertanya: Bagaimanakah saya bisa tahu bahwa memang kehendak Tuhan untuk kita sembuh?
Sebenarnya itu adalah pertanyaan yang keliru untuk ditanyakan oleh seorang anak Tuhan. Sesungguhnya, kesembuhan adalah “roti” yang dijatahkan untuk anak-anak Tuhan. Yesus pernah berkata:
“Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing [maksudnya, orang-orang yang belum percaya]” (Matius 15:26).
Tetapi wanita berdarah campuran Siria-Fenisia itu dapat menjawab Yesus dengan tepat sekali:
“Ya Tuhan, saya tidak perlu diberikan roti seketul. Cukup berikan remah-remahnya saja kepadaku dan pasti aku akan dapat mengusir setan itu keluar dari anak perempuanku.”
Wanita itu benar-benar memiliki iman – imannya lebih dari anak-anak (warga Yahudi) yang sebenarnya sudah kebagian seluruh ketul roti itu, tetapi masih sakit juga! Seorang lelaki yang menjadi kepala keluarga mungkin saja tidak mampu membelikan es krim atau T-bone steak (bestik), tetapi setidaknya setiap ayah wajib menyediakan roti untuk keluarganya. Allah Bapa sesungguhnya sudah menaruh roti yang jatahnya anak-anak di atas meja keluarga – untuk saudara dan saya.
Pertanyaan tadi akan saya ubahkan susunan kata-katanya sebagai berikut: Bagaimana caranya saya dapat memperoleh kesembuhan yang sudah tersedia? Bagi orang yang percaya sesungguhnya kesembuhan dan pemulihan hubungan bukan sesuatu yang harus diraih di masa mendatang. Sekarang terserah kepada kita apakah akan memperoleh warisan yang menjadi hak kita. Semuanya sudah tersedia di dalam surat wasiat – surat warisan yang telah ditandatangani dan dimeteraikan oleh kematian Yesus.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, kumendapatkan manfaat dari karya Yesus yang sempurna di Bukit Golgota sekarang juga -- sebab Yesus telah menderita luka-luka supaya diriku disembuhkan. Amin.
Kode: WD-B097-105-IND