Keselamatan yang Seutuhnya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Mengalami “kelahiran baru” merupakan hal yang amat penting. Kecuali kita “dilahirkan ulang” tidak mungkin untuk melihat atau masuk ke dalam kerajaan Allah. (Lihatlah Yohanes 3:3–5.) Namun, sesungguhnya ini bukanlah mukjizat yang bersifat sesaat. Keselamatan sesungguhnya merupakan sebuah proses yang sifatnya berkesinambungan.
Pembaptisan adalah juga sebagian dari proses keselamatan. Sesungguhnya kita bisa saja mengalami kelahiran baru tanpa dibaptis (namun di sini saya sama sekali tidak bermaksud untuk memicu suatu perdebatan). Tetapi kalau benar-benar ingin diselamatkan, baptisan merupakan bagian “kunci” dari proses yang dimaksud, karena:
“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan” (Markus 16:16).
Penyelamatan sesungguhnya berarti lebih daripada sekadar menyiapkan jiwa saudara untuk dapat masuk surga. Pernah ada yang mengatakan: “Konsep keselamatan yang injili adalah bahwa jiwa seseorang ‘disiapkan dalam sebuah paket’ dulu (prepackaged) untuk surga.” Sampai titik tertentu boleh jadi benar juga yang dikatakan itu, tetapi sesungguhnya penyelamatan itu lebih daripada hanya di”paketkan” dulu sebelum masuk surga.
Saya ingin menyimak sebuah perikop ayat dalam Perjanjian Baru, dan di ayat-ayat itu penulis menggunakan kata sozo dalam bahasa Yunani untuk menggambarkan makna “menyelamatkan.” Jikalau kita memeriksa ayat-ayat yang lain dalam Alkitab di mana kata tersebut juga dipakai, kita akan memperoleh gambaran lebih jelas mengenai apa yang dimaksudkan dengan “keselamatan”.
Kitab Injil Matius menceritakan mengenai pelayanan Yesus kepada orang-orang yang sakit, sebagai berikut:
“… semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya … dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh [baik, utuh, dalam terjemahan yang lain]” (Matius 14:35–36).
Kata kerja bahasa Yunani yang dipakai untuk “baik” atau “utuh” adalah sozo, tetapi kata itu didahului oleh sebuah kata depan (preposisi) yang berarti “dengan sungguh-sungguh” (“thoroughly”). Jadi, “diselamatkan dengan sungguh-sungguh” berarti disembuhkan dengan sempurna.
Ayat ini tidak hanya berbicara mengenai keberadaan jiwa, melainkan juga mengenai orang yang sakit. Dan semua orang yang dijamah oleh Yesus diselamatkan secara total. Seberapa total-kah keselamatan yang sudah saudara alami?
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk karya-Mu di kayu salib. Ku-deklarasikan, aku telah diselamatkan seutuhnya, dan itu berarti aku juga sudah disembuhkan secara total, karena Yesus telah menderita luka-luka supaya diriku disembuhkan. Amin.
Kode: WD-B097-099-IND