Diampuni Sebagaimana Kita Mengampuni

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Ketika menyampaikan Khotbah di atas Bukit Yesus mengajarkan para pengikut-Nya untuk berdoa:
“Dan ampunilah kami akan kesalahan [pelanggaran] kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah [melakukan pelanggaran] kepada kami” (Matius 6:12).
Dengan kata lain, “Ampunilah kesalahan kami sebagaimana kami sendiri mengampuni kesalahan (orang lain).” Jadi, jangan lupa, Allah hanya akan mengampuni saudara sebagaimana saudara sendiri juga mengampuni orang yang lain. Jikalau saudara sepenuhnya mengampuni orang lain, maka Tuhan pun akan mengampuni saudara sepenuhnya. Tetapi saudara hanya mengampuni sebagian kesalahan orang, maka Tuhan pun hanya akan mengampuni sebagian kesalahan saudara.
Mengapakah banyak orang Kristen tidak pernah terkabul doanya? Salah satu penyebab utama adalah karena mereka belum mengampuni kesalahan orang lain, dan biasanya itu hanya orang tertentu saja. Saya banyak meng-konseling orang, dan saya mendapati dari pengalamanku bahwa umumnya kehidupan rohani orang-orang itu tersumbat karena tidak mau mengampuni seseorang.
Pernah saya bertanya kepada seorang wanita yang sedang ku-konseling: “Apakah mungkin ada seseorang yang belum saudara ampuni?” Ia menjawab: “Ya”, lalu ia menyebutkan seorang pejabat penting di Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Saya pun berkata: :Jika engkau ingin dibebaskan, engkau harus mengampuni dia. Tidak ada pilihan yang lain. Jika engkau tidak mengampuni dia, maka Tuhan pun tidak akan mengampunimu.”
Bersediakah kita untuk mengampuni kesalahan seseorang? Mungkin saja kita berpikir: Aku tidak tahu apakah aku sanggup melakukannya. Tuhan pun bisa berkata kepada kita: “Aku juga tidak tahu apakah Aku sanggup mengampuni kamu.” Oleh karena itu, lebih baik kita memutuskan hal ini.
Pengampunan itu bukanlah suatu emosi atau perasaan saja. Pengampunan merupakan sebuah keputusan. Bagi saya, mengampuni itu sama dengan menyobek-nyobek surat utang seseorang. Boleh jadi, ada orang yang terutang 30 juta Rupiah kepada kita, tetapi bisa jadi utang kita kepada Allah jumlahnya 60 milyar. Jika saudara menghendaki Tuhan menyobek surat utang saudara di tangan-Nya, sebaiknya kita juga menyobek surat utang yang ada di tangan kita sendiri dahulu.
Itulah hukum Tuhan yang berlaku untuk semua orang. Hukum itu sudah dirangkum dalam Doa Bapa Kami. Dan dalam doa itu permintaan yang terakhir adalah supaya kita dibebaskan dari serangan si Jahat, yaitu Iblis. Kita tidak berhak meminta pembebasan, kecuali kita sudah membebaskan orang lain seperti kita ingin Tuhan membebaskan kita.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau mati di kayu salib bagiku. Ku-nyatakan, aku bersedia untuk mengampuni orang yang lain, dan ku-deklarasikan bahwa Yesus dihukum mati supaya diriku diampuni. Amin.
Kode: WD-B097-096-IND