Kebutuhan Kita akan Pengampunan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Mengapakah istilah pengampunan itu sedemikian istimewa dan indah? Baiklah. Coba saja melihat hal-hal apa saja yang dibuahkan oleh pengampunan: rekonsiliasi (rujuk kembali), perdamaian, kerukunan, saling pengertian, persekutuan (persaudaraan). Bandingkan saja dengan buah atau akibat-akibat karena kita menolak untuk mengampuni dan diampuni: kepahitan, pertikaian, percekcokan, kebencian dan peperangan. Sewaktu-waktu kelihatannya umat manusia menghadapi bahaya bahwa pengaruh-pengaruh jahat yang negatif itu akan menghancurkan kita semua. Kita hanya dapat terhindar dari nasib yang mengerikan itu dengan belajar mengenai prinsip-prinsip pengampunan, kemudian mempraktikkannya.
Baiklah kita ingat bahwa dalam Alkitab ditunjukkan bahwa pengampunan itu bersifat dua arah. Kedua arah tersebut digambarkan oleh kayu palang, yaitu simbol keyakinan iman Kristiani – yang satu vertikal (tegak lurus) dan yang satunya lagi horisontal (mendatar). Kedua balok kayu salib menggambarkan dua arah tujuan dari pengampunan. Balok yang tegak lurus menggambarkan pengampunan yang perlu kita terima dari Tuhan, sedangkan balok yang mendatar berbicara mengenai pengampunan yang kita perlukan dari orang lain, dan juga pengampunan yang perlu kita berikan kepada orang lain. Kemampuan (kasih karunia) yang diperlukan untuk pengampunan jenis ini hanya dapat diterima melalui kayu salib.
Jenis pengampunan yang kita butuhkan dan dapat kita terima dari Tuhan ini digambarkan dengan indah sekali dalam Mazmur 32:1-2. Di situ Daud berkata:
“Berbahagialah [Diberkatilah] orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah [Diberkatilah] manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!”
Lagi-lagi Alkitab tidak berbicara mengenai seseorang yang tidak membutuhkan pengampunan. Alkitab jelas berkata bahwa semua manusia memerlukan pengampunan dari Tuhan. Tidak ada yang terkecuali. Alkitab jelas berkata, tak ada manusia yang tidak berdosa.
“(Lihatlah misalnya, Mazmur 14:1–3; 53:1–3.)”
Semua manusia telah berdosa, karena itu kita semua memerlukan pengampunan.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau mati di kayu salib bagiku. Ku-mengakui aku membutuhkan pengampunan, dan ku-deklarasikan bahwa Yesus dihukum mati supaya diriku diampuni. Amin.
Kode: WD-B097-094-IND