Dihukum demi Perdamaian Kita

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Pernah saya bertemu seorang Yahudi yang menyampaikan kepadaku bahwa ia tidak percaya Yesus adalah Mesias, Juruselamat yang dijanjikan kepada bangsa Israel. “Pasti Yesus itu bukan orang yang baik, kalau tidak, mana mungkin Allah membiarkan dia menderita sesadis itu.” Nah, itulah justu yang dikatakan oleh Nabi Yesaya:
“Padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah” (Yesaya 53:4).
Tetapi di ayat 5 dikatakan:
“Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran [hukuman] yang mendatangkan keselamatan [maksudnya, perdamaian] bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya [luka-luka yang dideritanya] kita menjadi sembuh”
Di dalam ayat-ayat ini ada dua kejadian besar yang disebutkan. Hukuman yang setimpal dengan dosa-dosa manusia telah ditimpakan kepada Yesus, supaya pada gilirannya anak-anak manusia dapat menerima pengampunan dan menikmati perdamaian (damai sejahtera). Sebelum hukuman itu ditimpakan atas-Nya tak mungkin untuk merasakan damai sejahtera.
Mari kita melihat sebuah perikop ayat lainnya di kitab Efesus, di mana Paulus berbicara mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di kayu salib:
“Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak [kaum Yahudi dan bangsa-bangsa bukan Yahudi] dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan [permusuhan], sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat’.” (Efesus 2:14–17, huruf tebal dari penulis)
Perhatikan penekanan pada kata “damai sejahtera” [perdamaian]. Tak mungkin orang yang berdosa menemukan damai sejahtera dalam hidupnya sebelum ia mengetahui bahwa dosa-dosanya telah diampuni. Yesus menerima hukuman, supaya manusia (kita) boleh berdamai kembali dengan Tuhan sebab memperoleh pengampunan.
“(Lihat juga Kolose 1:19-20).”
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau mati di kayu salib bagiku. Ku-deklarasikan, Yesus telah menerima hukuman agar kita dapat diampuni, supaya karena dosa-dosaku sudah diampuni aku dapat berdamai kembali dengan Allah. Amin.
Kode: WD-B097-092-IND