Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Dihukum demi Perdamaian Kita

            Dihukum demi Perdamaian Kita

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Damai sejati dengan Allah hanya mungkin terjadi karena Yesus telah menanggung hukuman yang seharusnya kita terima akibat dosa-dosa kita. Penderitaan-Nya di kayu salib bukanlah tanda ketidakberkenanan Allah, melainkan justru cara Allah menyediakan pengampunan dan pendamaian bagi kita dengan diri-Nya.

            Pernah saya bertemu seorang Yahudi yang menyampaikan kepadaku bahwa ia tidak percaya Yesus adalah Mesias, Juruselamat yang dijanjikan kepada bangsa Israel. “Pasti Yesus itu bukan orang yang baik, kalau tidak, mana mungkin Allah membiarkan dia menderita sesadis itu.” Nah, itulah justu yang dikatakan oleh Nabi Yesaya:

            “Padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah” (Yesaya 53:4).

            Tetapi di ayat 5 dikatakan:

            “Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran [hukuman] yang mendatangkan keselamatan [maksudnya, perdamaian] bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya [luka-luka yang dideritanya] kita menjadi sembuh”

            Di dalam ayat-ayat ini ada dua kejadian besar yang disebutkan. Hukuman yang setimpal dengan dosa-dosa manusia telah ditimpakan kepada Yesus, supaya pada gilirannya anak-anak manusia dapat menerima pengampunan dan menikmati perdamaian (damai sejahtera). Sebelum hukuman itu ditimpakan atas-Nya tak mungkin untuk merasakan damai sejahtera.

            Mari kita melihat sebuah perikop ayat lainnya di kitab Efesus, di mana Paulus berbicara mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di kayu salib:

            “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak [kaum Yahudi dan bangsa-bangsa bukan Yahudi] dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan [permusuhan], sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat’.” (Efesus 2:14–17, huruf tebal dari penulis)

            Perhatikan penekanan pada kata “damai sejahtera” [perdamaian]. Tak mungkin orang yang berdosa menemukan damai sejahtera dalam hidupnya sebelum ia mengetahui bahwa dosa-dosanya telah diampuni. Yesus menerima hukuman, supaya manusia (kita) boleh berdamai kembali dengan Tuhan sebab memperoleh pengampunan.

            “(Lihat juga Kolose 1:19-20).”

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, karena Engkau mati di kayu salib bagiku. Ku-deklarasikan, Yesus telah menerima hukuman agar kita dapat diampuni, supaya karena dosa-dosaku sudah diampuni aku dapat berdamai kembali dengan Allah. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Dihukum demi Perdamaian Kita has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-092-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan