Allah yang Mengadakan Ikatan Janji

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Di Mazmur 89:35, Tuhan berkata,
“Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari mulut-Ku tidak akan Kuubah”.
Penting sekali supaya kita benar-benar mengerti: bahwa Allah tidak akan pernah melanggar perjanjian yang telah dibuat-Nya. Kita harus benar-benar menyadari akan hal itu.
Di Alkitab kita mempunyai dua buah perjanjian, yaitu yang lama dan yang baru. Oleh karena itu, hakikat atau esensi dari pewahyuan ilahi pada dasarnya bertumpu kepada perjanjian (covenant). Seandainya Tuhan mengingkari perjanjian-Nya, tak ada harapan bagi umat manusia. Saya sungguh percaya, seandainya Tuhan mengingkari atau melanggar ikatan janji-Nya dengan Israel, mengapa tidak mungkin bahwa Ia juga akan tidak mengingkari ikatan janji-Nya dengan gereja.
Boleh saya saudara berkata,
“Ya, tapi Israel tidak setia terhadap Tuhan.”
Tidak salah lagi. Tetapi apakah sejujurnya saudara bisa mengatakan bahwa gereja pun ternyata kurang setia terhadap Tuhan?
Saya tidak mampu untuk menyampaikan bagaimana persisnya sudut pandang Tuhan sendiri. Tetapi dalam pemahaman saya yang terbatas ini, saya melihat bangsa Israel menerima ikatan janji dan gagal total. Saya melihat gereja juga menerima ikatan janji, tetapi lebih berat kegagalannya dibandingkan Israel.
Apa kata Tuhan kepada kita mengenai pemulihan kembali bangsa Israel? Setahu saya, sedikitnya ada empat hal yang dikatakan oleh Tuhan. Semuanya sangat relevan dan sangat penting bagi gereja Yesus Kristus.
Yang pertama, Tuhan berkata bahwa Alkitab masih tetap up-to-date dan relevan.
Yang kedua, Tuhan berkata Ia akan setia dengan ikatan janji-Nya.
Yang ketiga, Tuhan berkata pada kita bahwa Ia tetap berdaulat.
Yang keempat, Tuhan berkata bahwa Ia sedang memulihkan kembali bani Israel di negeri mereka sendiri. Itu dilakukannya untuk mempersiapkan babak final pada zaman ini. Setiap nubuat yang berbicara mengenai akhir zaman ini diprediksikan atas dasar satu faktor yang penting – hadirnya Israel sebagai sebuah negara yang berdaulat.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tetap setia kepada bangsa Israel. Sekarang aku bersyafaat untuk bangsa itu. Ku-deklarasikan, Tuhan setia kepada semua perjanjian-Nya, karena Tuhan takkan pernah meninggalkan umat-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-090-IND