Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Tubuh yang Hina

            Tubuh yang Hina

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Dosa telah memasukkan racun ke dalam umat manusia yang memengaruhi setiap bagian dari diri kita, sehingga kita berada dalam apa yang disebut Kitab Suci sebagai tubuh kehinaan. Namun, harapan luar biasa dari Injil adalah bahwa Yesus datang untuk menebus seluruh pribadi kita, menawarkan pemulihan yang sempurna bagi tubuh, jiwa, dan roh.

            Setelah anak manusia memberontak terhadap Tuhan, seluruh kepribadiannya turut menanggung akibatnya. Istilah yang digunakan dalam Alkitab untuk menggambarkan keadaan ini adalah korup (bejat). Setiap aspek kepribadian manusia terkena dampaknya – rohani, moral dan jasmani. Apabila secara jasmani kebejatan itu sudah terjadi, akhirnya adalah kematian.

            Paulus berkata:

            “… sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut [kematian], demikianlah maut [kematian] itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Roma 5:12).

            Melalui dosa, racun kebejatan/kebobrokan mulai memasuki kehidupan kita.

            Satu Korintus 15:56 berkata:

            “Sengat maut [kematian] ialah dosa.”

            Untuk menyengat tubuh manusia dengan sebuah sengatan cukup ada seekor kumbang atau tawon. Demikian juga Iblis dapat menyuntikkan racun kebejatan/kebobrokan dan kematian itu melalui sengat dosa.

            Semua manusia kini telah berubah menjadi makhluk-makhluk yang bejat. Di Filipi 3:21, menyebut tubuh kita:

            “tubuh kita yang hina ini”.

            Kita dalam kondisi “hina,” direndahkan, karena sudah memberontak terhadap Pencipta yang membuat kita. Sekalipun kita cukup sehat, kuat, kaya atau terkenal, semua kita harus berada dalam tubuh kehinaan. Boleh saja kita makan makanan yang paling wah dan minum minuman yang paling lezat, tetapi bagaimana pun juga kita akhirnya harus ke w.c. Boleh saja kita ini kuat dan sehat, tetapi ketika benar-benar sudah “warming up” maka tubuh kita mulai berkeringat, Kaya atau miskin, semua kita tetap berkeringat. Semua fungsi tubuh yang sudah ada pada kita itu mengingatkan kita bahwa kita semua adalah keturunan pemberontak dan pelanggar hukum. Akibatnya kita semua mengalami korupsi atau pembusukan.

            Saya pernah lima tahun lamanya menjadi guru yang melatih calon-calon guru di Afrika, dan saya sungguh tertarik melihat kemampuan atletis warga Afrika itu. Lalu sering saya berkata kepada pemuda-pemudi yang berbadan kuat itu: “Jangan lupa, cukup seekor saja nyamuk anopheles hinggap pada kalian dan menyuntikkan jarumnya dalam tubuhmu, maka kamu akan menderita demam malaria yang mengerikan sekali.” Itulah tubuh manusia yang hina.

            Untung ada berita gembira, bahwa Yesus telah mati di kayu salib untuk menebus diri kita, dan bukan hanya jiwa kita saja. Yesus telah menebus dan menyelamatkan seluruh insan manusia, yaitu tubuh, jiwa dan rohnya.

            *Prayer Response

            Terima kasih untuk tubuhku yang Kau sediakan, Tuhan. Ku-deklarasikan, Yesus mati untuk menebus kembali diriku dengan seutuhnya. Oleh sebab itu, tubuhku adalah untuk Tuhan dan Tuhan untuk tubuhku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Tubuh yang Hina has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-083-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan