Menyerahkan Nyawa Kita

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Untuk bisa mengalami khasiat penuh dari darah Yesus kita perlu tahu bagaimana caranya untuk “mendapatkan” darah-Nya itu. Ayat bacaan kita hari ini dan pengakuan iman kita untuk minggu ini menunjuk kepada pertikaian besar yang terjadi di surga dan di bumi pada akhir zaman, yaitu perang antara Iblis dan para malaikat pengikutnya melawan malaikat-malaikat Tuhan dan umat percaya Tuhan yang tinggal di dunia.
Pengumuman dikumandangkan oleh malaikat-malaikat Tuhan:
“Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.” (Wahyu 12:11).
Yang dimaksudkan dengan “mereka” itu adalah orang-orang seperti saudara dan saya, orang-orang yang percaya akan Yesus Kristus. Yang dimaksudkan dengan “dia” itu adalah si Iblis. Ada konflik atau pertikaian langsung antara kita dan Iblis itu, tanpa ada penengahnya.
Ayat ini menunjukkan bagaimana caranya orang-orang percaya itu berhasil mengalahkan Iblis, karena menunjukkan komitmen mereka – suatu komitmen yang total. Hanya orang-orang Kristen yang benar-benar berkomitmen yang membuat Iblis gemetar. Kalau dikatakan bahwa “mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut”, itu berarti bahwa bagi orang-orang itu bukanlah prioritas utama untuk mempertahankan hidup ini. Yang menjadi prioritas utama adalah kesetiaan terhadap Tuhan dan melakukan kehendak-Nya.
Banyak orang sering bicara mengenai “tentara Allah,” tetapi apa artinya itu, mereka hanya mempunyai suatu gambaran yang kabur dan sentimental saja. Ketika saya dulu menjadi prajurit dalam tentara Inggris tidak ada sertifikat yang dikeluarkan oleh komandan pasukan yang menjamin bahwa saya tidak akan kehilangan nyawaku. Tentara mana pun tahu bahwa bisa saja ia mati terbunuh: ia dapat kehilangan nyawanya karena mengabdi sebagai seorang tentara.
Begitu juga dengan tentara Tuhan. Tidak ada yang menjamin bahwa nyawa kita akan melayang. Orang-orang yang paling ditakuti oleh Iblis adalah mereka yang tidak tahu kalaupun nyawanya akan melayang. Bagaimana pun juga, hidup di dunia ini singkat saja jika dibandingkan dengan kehidupan yang abadi di surga.
*Prayer Response
Terima kasih untuk darah Anak Domba, ya Tuhan. Ku-deklarasikan, “mempertahankan hidup” bukanlah prioritas utamaku, dan juga bahwa Iblis kukalahkan melalui darah Anak Domba dan perkataan kesaksianku, dan aku pun tidak menyayangi nyawa sendiri sampai ke dalam maut. Amin.
Kode: WD-B097-075-IND