Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Pentingnya Perjamuan Kudus

            Pentingnya Perjamuan Kudus

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Hidup Allah tersedia bagi kita melalui darah Yesus yang mahal, tetapi sudahkah kita benar-benar memanfaatkan sepenuhnya penyediaan ini? Lihatlah bagaimana tindakan sederhana Perjamuan Kudus dapat menjadi pernyataan yang kuat tentang kematian Tuhan sampai Ia datang kembali.

            Kita sudah melihat bahwa nyawa makhluk adalah dalam darahnya. (Lihat Imamat 17:11.) Jika kita menghendaki kehidupan (nyawa), memang perlu untuk mendapatkan darahnya. Hal itu kita lakukan dengan turut ambil bagian (makan dan minum) dalam Komuni, demikian juga dalam memberikan kesaksian.

            Bagi saya, sekarang ini soal makan dan minum dalam upacara Komuni ini menjadi sangat penting. Paulus mengutip kata-kata Yesus di 1 Korintus 11:25 di mana Ia berkata,

            “Perbuatlah ini, setiap kali [sesering kalian] menimumnya, menjadi peringatan akan Aku.”

            Ada banyak gereja yang menafsirkan seolah-olah ayat itu mengatakan: “Sejarang kalian meminumnya.” Di antara semua kebaktian, yang paling indah yang pernah kuhadiri adalah kebaktian Perjamuan Kudus, dan saya telah mengikuti kebaktian demikian beberapa kali. Mengapa kebaktian tersebut begitu indah? Karena perjamuan kudus sesungguhnya menggarisbawahi kebenaran tadi.

            Pada suatu hari saya dan Ruth, istriku, berkesimpulan bahwa kami mestinya sesering mungkin merayakan Perjamuan Kudus itu, tetapi kami merasa masih kurang sering melakukannya. Akhirnya, sebagai imam dan kepala keluarga, saya memutuskan untuk ber-Komuni tiap pagi hari, ketika kami berdua bersaat teduh. Dengan ini saya tidak mengatakan, semestinya semua orang Kristen pun harus demikian. Tetapi sebagai keluarga, kami bersyukur bahwa kami telah melakukannya. Kami merasa ada sesuatu yang hilang, seandainya tidak kami lakukan.

            Setiap hari saat kami ber-Komuni, kami pun berkata: “Kami menerima roti ini sebagai daging tubuh-Mu dan air anggur ini sebagai darah-Mu.” Hal ini kulakukan dengan sederhana namun secara spesifik, dengan berkata: “Tuhan, kami melakukan ini untuk memperingati Engkau. Kami memproklamasikan kematian-Mu sampai Engkau datang lagi.” Di dalam ber-Komuni, yang kami ingat mengenai masa lalu kami tiada lain kecuali hanya kayu salib, dan tidak ada masa depan lain kecuali kedatangan Yesus nanti. Kami merayakan Perjamuan Kudus dengan mengenang akan kayu salib sampai Yesus datang kembali.

            Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini mendorong semua untuk merenung kembali, benarkah kita sudah sungguh-sungguh memanfaatkan kehidupan (nyawa) yang terdapat dalam darah Yesus bagi diri kita sendiri?

            *Prayer Response

            Terima kasih untuk darah Anak Domba, ya Tuhan. Melalui Perjamuan Kudus aku menerima kehidupan yang terdapat dalam darah Yesus dan ku-deklarasikan: akan kukalahkan Iblis melalui darah Anak Domba dan perkataan kesaksianku, dan aku pun tidak menyayangi nyawaku sendiri sampai ke dalam maut. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Pentingnya Perjamuan Kudus has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-074-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan