Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Darah Yesus

            Darah Yesus

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Yesus memberikan perintah yang mengejutkan untuk makan daging-Nya dan minum darah-Nya, mengaitkan tindakan ini secara langsung dengan janji hidup yang kekal. Tindakan sakral Perjamuan Kudus inilah yang membuat kita senantiasa tinggal di dalam Dia, menerima hidup-Nya, dan jaminan kebangkitan kita pada hari terakhir.

            Hingga empat kali di Yohanes pasal 6 Yesus berkata mengenai orang yang percaya kepada-Nya:

            “Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” (Lihat ayat 39, 40, 44, dan 54.)

            Kebangkitan (hidup kembali) dari kematian merupakan bagian dari keselamatan.

            “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan [makanan yang sebenarnya] dan darah-Ku adalah benar-benar minuman [minuman yang sebenarnya]. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” (Yohanes 6:54–56)

            Dalam Alkitab bahasa Yunani kata-kata makan, minum dan tinggal ditulis dalam bentuk waktu “sekarang namun sedang berlanjut” (present continuous tense). “Barangsiapa senantiasa makan daging-Ku dan senantiasa minum darah-Ku akan senantiasa ada di dalam-Ku dan Aku di dalam dia.”

            Jelas sekali bahwa Tuhan sangat menekankan betapa pentingnya untuk makan daging-Nya serta minum darah-Nya. Bukan saya yang berhak mengatakannya sebagai otoritas yang terakhir, tetapi saya sungguh percaya bahwa saat itu Tuhan memang berbicara mengenai Perjamuan Kudus atau yang disebut juga sebagai Komuni (oleh umat Katolik).

            Dulu saya pernah tinggal bersama umat Kristen Arab di sebuah kota kecil di mana orang-orang Arab Palestina bermukim. Ketika umat di situ melakukan Perjamuan Kudus, mereka berkata:

            “Marilah kita minum darah Yesus sekarang.”

            Saya percaya warga Kristen Arab itu memiliki pengertian yang benar. Komuni yang sesungguhnya adalah minum darah Yesus.

            Tetapi ada sesuatu dalam diri manusia yang berkata: “Aku tak dapat membayangkan diriku bisa minum darah (aku muak).” Saya sendiri pun membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat berdamai dengan pemikiran ini. Tetapi untuk memiliki kehidupan yang kekal, kita jelas harus minum darah Yesus dan makan daging-Nya.

            *Prayer Response

            Terima kasih untuk darah Anak Domba, ya Tuhan. Aku juga akan ambil bagian dalam kehidupan yang kekal dengan minum darah-Nya dan menyantap daging-Nya, dan ku-deklarasikan, akan kukalahkan Iblis melalui darah Anak Domba dan perkataan kesaksianku, dan aku pun tidak menyayangi nyawaku sendiri sampai ke dalam maut. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Darah Yesus has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-073-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan