Kepada Siapakah Kita akan Mengabdi?

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?”
(Roma 6:16)
Paulus berkata, dengan menyerahkan diri kepada seseorang, kita menjadi budak dari orang yang kita patuhi itu. Jikalau kita menyerahkan diri kepada kehidupan yang tak bermoral, misalnya, maka kita akan menjadi budak dari kehidupan yang tak bermoral. Tidak mungkin kita menyerah kepada dosa tanpa menjadi budaknya juga. Karena itu, kita harus memutuskan kepada siapa dan kepada apa kita mau menyerahkan diri. Ada sebagian manusia yang tidak suka jika disuruh untuk memilih, tetapi dalam kehidupan rohani hal itu tak dapat dihindarkan.
Pada akhir perjalanan hidupnya Yosua menghadapkan bangsa Israel kepada suatu pilihan:
“Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. … Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seiisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”
(Yosua 24:14–15)
Yosua menantang bangsa Israel untuk membuat pilihan mereka sendiri, dan pilihan antara dua hal ini masih tetap sampai sekarang. Yang dipersoalkan bukanlah apakah kita akan mengabdi. Yang penting adalah kepada siapa kita akan mengabdi. Kita pasti harus mengabdi. Sebelum dosa kita ditebus, kita memang tidak mempunyai pilihan. Kita tidak mampu untuk berhenti berdosa. Pada waktu itu tidak ada pilihan lain kecuali menjadi budak dosa dan hamba Iblis. Namun setelah dosa kita ditebus karena kita percaya kepada Yesus Kristus, kini ada suatu pilihan yang lain: kita dapat memutuskan untuk mengabdi kepada Allah dan menjadi “budak” atau hamba untuk kebenaran.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk kemenangan-Mu di kayu salib. Aku memilih akan melayani Tuhan, dan ku-deklarasikan anggota-anggota tubuhku kini menjadi senjata kebenaran, yang diserahkan untuk mengabdi kepada Tuhan dan bagi kemuliaan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-069-IND