Memilih Kasih Karunia

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah.” (Roma 12:1)
Jadi, yang penting, kita harus menetapkan dulu apa yang kita mau (yang kita kehendaki), baru sesudah itu kita harus berserah – demikian urutannya. Jikalau kita tidak menghendakinya, pada akhirnya kita akan menyerah kepada hal yang tidak benar. Kita tidak boleh lagi menyerahkan badan dan anggota badan kita untuk berdosa. Kita sudah lama melakukan hal itu ketika masih menjadi orang yang tidak percaya. Tetapi sekarang kita harus berhenti dan berkata: “Tidak boleh lagi!” Sekali kehendak kita telah diserahkan kepada Tuhan, kita tidak perlu lagi menyerahkan anggota-anggota badan kepada Iblis.
“Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.” (Roma 6:14)
Konsekuensi dari pernyataan itu cukup besar dan jauh cakupannya. Menurut Paulus, orang Kristen tidak lagi berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. Pilihan adalah antara hukum Taurat dan kasih karunia, tidak bisa kedua-duanya. Jika kita masih harus tunduk kepada hukum Taurat, maka kasih karunia tidak berlaku bagi kita. Jika kita berada di bawah kasih karunia, berarti hukum Taurat tidak berlaku bagi kita.
Selain itu Paulus berkata bahwa dosa sudah tidak berkuasa lagi atas kita, karena hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi untuk kita. Dengan kata lain, jika hukum Taurat masih berlaku, maka dosa masih akan berkuasa atas diri kita. Mungkin pernyataan ini mengejutkan banyak orang, tetapi itulah yang secara konsisten dikatakan oleh Alkitab.
Orang Kristen tidak lagi diatur atau dikendalikan dengan seperangkat peraturan. Kita telah menjadi anak-anak Allah, dan kita patuh kepada Tuhan karena kita mengasihi Dia. Mulai sekarang, bukanlah rasa takut, melainkan cinta kasih yang memotivasi kita untuk patuh kepada Tuhan. Tuhan tidak mau kita menjadi budak-budaknya. Hukum Taurat-lah yang menjadikan manusia itu seperti budak. Tuhan menjadikan kita anak-anak-Nya, lelaki dan perempuan. Kita harus memilih salah satunya, yaitu Hukum Taurat atau kasih karunia Tuhan.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk kemenangan-Mu di kayu salib. Dengan memilih kasih karunia aku menundukkan kehendakku kepada Tuhan, dan ku-deklarasikan anggota-anggota tubuhku kini menjadi senjata kebenaran, yang diserahkan untuk mengabdi kepada Tuhan dan bagi kemuliaan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-068-IND