Diserahkan kepada Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Paulus berkata:
“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (Roma 6:12–13)
Sesungguhnya kita semua sudah dimerdekakan. Semestinya dosa tidak boleh lagi mengendalikan tangan, kaki dan lidah kita. Sebaliknya, kata Paulus, kita harus menyerahkan diri kepada Tuhan dan menyerahkan anggota-anggota badan menjadi senjata kebenaran untuk Tuhan. Jadi, ada dua hal yang diserahkan.
Pertama, kita harus menyerahkan kehendak kita kepada Tuhan dengan mengatakan: “Biarlah bukan kehendakku, tetapi kehendak-Mu yang terjadi.” Dalam doa Bapa Kami, kalimat doa yang kedua adalah:
“Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga” (Matius 6:10)
Apabila kita berdoa “Jadilah kehendak-Mu,” hal itu dimulai dengan kehendak dari pendoa yang bersangkutan, yaitu orang yang menghendaki supaya kehendak Tuhan terjadi.
Sekali menyerahkan kehendak kita, juga perlu untuk menyerahkan anggota tubuh jasmani kita kepada Tuhan untuk menjadi senjata kebenaran. Dalam bahasa Yunani istilahnya (dalam teks bahasa Inggris: “instrument”) sesungguhnya berarti “senjata”, yang mengacu kepada suatu peperangan rohani. Ini bukan alat yang biasa seperti cangkul atau alat pembajak. Yang dimaksudkan adalah alat persenjataan, seperti pedang misalnya.
Baptisan Roh Kudus merupakan kuncinya, karena pada waktu dibaptis dalam Roh yang terlebih dahulu diserahkan kepada Tuhan adalah kehendak kita. Sesudah itu perlu juga menyerahkan anggota badan yang paling susah untuk dikendalikan, yaitu lidah kita. Ketika dibaptis dalam Roh Kudus, sesungguhnya kita mematuhi perintah untuk menyerahkan anggota-anggota badan kita kepada Tuhan sebagai senjata kebenaran. Sudah tentu, setelah lidah diserahkan kepada Tuhan dan diambil alih oleh Roh Kudus, lidah itu akan menjadi senjata: dalam doa, ketika memberikan kesaksian dan ketika berkhotbah.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk kemenangan-Mu di kayu salib. Kini kuserahkan diri dan kehendakku kepada Tuhan, dan ku-deklarasikan anggota-anggota tubuhku menjadi senjata kebenaran, yang diserahkan untuk mengabdi kepada Tuhan dan bagi kemuliaan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-066-IND