Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Bebas dari Pikiran yang Menyiksa

            Bebas dari Pikiran yang Menyiksa

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Jika Anda pernah merasa terbebani oleh rasa putus asa, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian dalam perjuangan melawan roh keputusasaan. Dengarkanlah sebuah kesaksian yang penuh kuasa tentang bagaimana seorang pria berseru kepada nama Tuhan untuk mendapatkan kelepasan dan menggunakan Firman Allah hingga meraih kemenangan yang sempurna.

            Bertahun-tahun lamanya saya pernah menjadi gembala jemaat di sebuah gereja di kota London. Pada waktu itu saya mengalami pergumulan berat menghadapi perasaan depresif yang selalu menindih dan membuat gundah hatiku. Karena rasa depresif itu saya sering berputus asa dan merasa diriku gagal. Boleh jadi saudara pun ada yang pernah mengalaminya. Saya mencoba melawan keadaan ini dengan sekuat tenaga, tetapi tak ada kemajuan.

            Lalu, tiba-tiba sementara membaca Alkitab bahasa Inggris milikku, saya menemukan ayat Yesaya 61:3 yang terjemahannya lebih kurang begini:

            “Untuk menghibur orang-orang yang berduka di Sion, untuk memberi kepada mereka … jubah puji-pujian menggantikan roh yang putus asa [spirit of heaviness, roh yang membuat hati terasa berat].”

            Saat saya membaca kata-kata itu Roh Kudus berbisik kepadaku: “Nah, itulah sesungguhnya yang merupakan masalahmu!” Saat itu rasanya tiba-tiba ada sinar yang menyoroti kegelapan dalam hidupku. Saya baru menyadari di situ, bahwa musuh itu ternyata bukanlah diriku sendiri, melainkan suatu makhluk roh jahat yang terus-menerus menyiksa dan menindih perasaanku. Ketika kusadari hal itu, kemenangan yang saya capai sudah mendekati 80 persen.

            Namun saya masih membutuhkan satu ayat Alkitab yang lain lagi, yaitu:

            “Barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan [“akan dilepaskan” kjv]” (Yoel 2:32).

            Lalu saya pun berdoa, dengan menggabungkan kata-kata dari kedua ayat tersebut: “Ya Tuhan, Engkau menunjukkan padaku bahwa aku diganggu oleh suatu roh yang memberi beban yang berat dan menindihku. Sekarang aku menghadap hadirat-Mu dan berseru kepada nama Tuhan Yesus. Lepaskanlah aku.” Tuhan langsung membebaskan saya dari roh yang selalu menggangguku itu.

            Jadi, rupanya saya sendiri-lah yang harus mem-program ulang pikiran saya. Selama itu pola pikirku selalu saja negatif, dan Tuhan menunjukkan, dengan pikiran negatif itu sesungguhnya saya telah menyangkal imanku kepada Yesus. Saya sendiri yang bertugas untuk melatih ulang pikiranku. Selama periode beberapa tahun, setiap kali ada sesuatu yang negatif dan pesimis melintas di pikiranku, maka segera akan kutolak pikiran tersebut. Lalu saya gantikan pikiran negatif itu dengan suatu pengakuan (deklarasi) positif dari Firman Tuhan. Setelah bertahun-tahun demikian, akhirnya pola pikir dan kehidupan batiniahku berubah sama sekali. Sekarang saya tidak sama lagi dengan yang dulu.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk kemenangan-Mu di kayu salib. Kini ku-deklarasikan aku sudah bebas dari segala penyiksaan, dan anggota-anggota tubuhku menjadi senjata kebenaran, yang diserahkan untuk mengabdi kepada Tuhan dan bagi kemuliaan-Nya. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Bebas dari Pikiran yang Menyiksa has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-065-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan