Bebas dari Pikiran yang Menyiksa

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Bertahun-tahun lamanya saya pernah menjadi gembala jemaat di sebuah gereja di kota London. Pada waktu itu saya mengalami pergumulan berat menghadapi perasaan depresif yang selalu menindih dan membuat gundah hatiku. Karena rasa depresif itu saya sering berputus asa dan merasa diriku gagal. Boleh jadi saudara pun ada yang pernah mengalaminya. Saya mencoba melawan keadaan ini dengan sekuat tenaga, tetapi tak ada kemajuan.
Lalu, tiba-tiba sementara membaca Alkitab bahasa Inggris milikku, saya menemukan ayat Yesaya 61:3 yang terjemahannya lebih kurang begini:
“Untuk menghibur orang-orang yang berduka di Sion, untuk memberi kepada mereka … jubah puji-pujian menggantikan roh yang putus asa [spirit of heaviness, roh yang membuat hati terasa berat].”
Saat saya membaca kata-kata itu Roh Kudus berbisik kepadaku: “Nah, itulah sesungguhnya yang merupakan masalahmu!” Saat itu rasanya tiba-tiba ada sinar yang menyoroti kegelapan dalam hidupku. Saya baru menyadari di situ, bahwa musuh itu ternyata bukanlah diriku sendiri, melainkan suatu makhluk roh jahat yang terus-menerus menyiksa dan menindih perasaanku. Ketika kusadari hal itu, kemenangan yang saya capai sudah mendekati 80 persen.
Namun saya masih membutuhkan satu ayat Alkitab yang lain lagi, yaitu:
“Barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan [“akan dilepaskan” kjv]” (Yoel 2:32).
Lalu saya pun berdoa, dengan menggabungkan kata-kata dari kedua ayat tersebut: “Ya Tuhan, Engkau menunjukkan padaku bahwa aku diganggu oleh suatu roh yang memberi beban yang berat dan menindihku. Sekarang aku menghadap hadirat-Mu dan berseru kepada nama Tuhan Yesus. Lepaskanlah aku.” Tuhan langsung membebaskan saya dari roh yang selalu menggangguku itu.
Jadi, rupanya saya sendiri-lah yang harus mem-program ulang pikiran saya. Selama itu pola pikirku selalu saja negatif, dan Tuhan menunjukkan, dengan pikiran negatif itu sesungguhnya saya telah menyangkal imanku kepada Yesus. Saya sendiri yang bertugas untuk melatih ulang pikiranku. Selama periode beberapa tahun, setiap kali ada sesuatu yang negatif dan pesimis melintas di pikiranku, maka segera akan kutolak pikiran tersebut. Lalu saya gantikan pikiran negatif itu dengan suatu pengakuan (deklarasi) positif dari Firman Tuhan. Setelah bertahun-tahun demikian, akhirnya pola pikir dan kehidupan batiniahku berubah sama sekali. Sekarang saya tidak sama lagi dengan yang dulu.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk kemenangan-Mu di kayu salib. Kini ku-deklarasikan aku sudah bebas dari segala penyiksaan, dan anggota-anggota tubuhku menjadi senjata kebenaran, yang diserahkan untuk mengabdi kepada Tuhan dan bagi kemuliaan-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-065-IND