Memelihara Bait Allah

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Karena banyak membaca Alkitab, pada akhirnya saya menarik beberapa kesimpulan praktis mengenai keberadaan tubuhku ini. Saya tidak akan memaksakan pendapatku ini kepada saudara, tetapi saya telah banyak memikirkan dan mendoakan persoalan ini. Dan karena itu saya telah mengubah cara hidupku secara drastis dalam banyak hal, dan kiranya Tuhan berkenan kepadaku.
Kesimpulanku yang pertama merupakan dasar bagi semua kesimpulanku yang lain sesudah itu. Kesimpulanku: aku harus memperlakukan tubuhku dengan penuh hormat sebagai bait suci tempat kediaman Roh Kudus. Lagi-lagi Paulus bertanya:
“Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu?” (1 Korintus 6:19).
Jika ayat ini ditanggapi dengan serius, seyogianya tubuh kita sungguh-sungguh diperlakukan seperti tempat yang suci, karena memang demikianlah adanya.
Sekarang, cobalah bayangkan bahwa Tuhan menugaskan diri kita menjadi pengurus sebuah rumah ibadat yang sungguhan, yaitu sebuah gedung yang terbuat dari batu-batu, kayu dan kaca. Jikalau kita serius mengenai tanggung jawab itu, tentu kita akan sungguh-sungguh menjaga kondisi gedung tersebut. Artinya, kita akan memeliharanya supaya selalu bersih dari debu, dan tidak membiarkan kaca jendelanya pecah atau w.c.nya mampat. Kita akan merasa bertanggung jawab untuk menjaga gedung itu dengan sebaik-baiknya.
Tetapi sesungguhnya saudara dan saya mempunyai tanggung jawab yang jauh lebih besar sebagai umat Kristen: kita wajib menjaga dan memelihara tubuh jasmani kita. Karena itulah bait suci yang ditinggali oleh Roh Kudus, dan kita harus mencari tahu apa yang diperlukan untuk memeliharanya.
Paulus menulis dalam suratnya yang kedua kepada Timotius:
“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban” (2 Timotius 1:7).
Di sini kita melihat, Roh Kudus adalah Roh yang tertib (berdisiplin). Namun ada juga suatu keseimbangan di sini: Roh Kudus takkan menertibkan apabila kita sendiri tidak bersedia untuk ditertibkan. Jika kita ingin ditolong oleh Roh Kudus, kita harus tertib atau berdisiplin terhadap diri sendiri (self-discipline). Pastilah Ia akan menolong kita.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus serta pekerjaan Roh Kudus-Mu. Aku akan meminta pertolongan Roh Kudus untuk mengembangkan self-discipline (tertib diri) supaya tubuhku dalam keadaan prima selalu, sebab tubuhku adalah bait suci Roh Kudus, yang telah ditebus kembali, dibersihkan serta dikuduskan oleh darah Yesus. Amin.
Kode: WD-B097-061-IND