Bekerja Sama dengan Roh Allah

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. Karena semua yang diciptakan Allah [segala macam makanan] itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.”
(1 Timotius 4:1–5)
Dalam perikop di atas ini Paulus berkata, pertama-tama, bahwa menjauhi hubungan nikah (maksudnya, hidup selibat -- tanpa nikah) bukanlah merupakan persyaratan yang otomatis dan belum tentu akan menghasilkan kekudusan.
Bahkan, jikalau kita meninjau kembali sejarah gereja, sudah sering para imam/pendeta dilarang menikah, tetapi tidak selalu hal itu membawa kepada kekudusan.
Soal pantangan makanan, yang dimaksudkan oleh Paulus adalah: “Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah itu baik.”
Tetapi harus diingat bahwa makanan yang baik yang diciptakan Tuhan bisa juga menjadi najis apabila dicampurkan dengan sesuatu atau karena cara menyiapkan atau memasaknya.
Oleh karena itu, sebaiknya luangkanlah waktu dan berusahalah untuk membedakan antara hal-hal yang bermanfaat dan hal-hal yang merusak.
Sebaiknya kita bekerja sama saja dengan Roh Kudus.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus serta pekerjaan Roh Kudus-Mu. Ku-deklarasikan, aku akan bekerja sama dengan Roh Kudus untuk membedakan apa yang baik atau buruk bagi tubuhku, sebab tubuhku adalah bait suci-Nya, yang telah ditebus kembali, dibersihkan serta dikuduskan oleh darah Yesus. Amin.
Kode: WD-B097-060-IND