Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Betapa Besarnya Kuasa dari Disiplin Puasa

            Betapa Besarnya Kuasa dari Disiplin Puasa

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Menjalankan puasa hanya sebagai rutinitas tidaklah cukup untuk menyenangkan hati Allah dan bahkan bisa menjadi ritual keagamaan yang hampa. Tuhan menyatakan jenis puasa yang Dia kehendaki, yaitu puasa yang mematahkan belenggu kejahatan dan mengalirkan kasih-Nya kepada orang miskin dan tertindas.
            “Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak [mengeksploitasi, teks bahasa Inggris] semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena [dengan tinju kejahatan, teks bhs Inggris] … Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah …?” (Isaiah 58:3–5)

            Bagi masyarakat Yahudi yang digambarkan di sini, puasa tidak lebih dari suatu ritual agama yang sudah menjadi tradisi/ kebiasaan, seperti cara berpuasa yang dilakukan oleh kaum Farisi pada zaman Yesus. Semestinya orang benar-benar bertobat dari dosa dan merendahkan diri, tetapi mereka tetap saja meneruskan kegiatan duniawi mereka yang biasa dan mereka tetap saja serakah, mementingkan diri, sombong dan suka menindas orang kecil.

            Sebaliknya, puasa yang menyenangkan hati Allah lahir dari motivasi serta sikap yang sama sekali berbeda:

            “Supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya, dan mematahkan setiap kuk” (ayat 6).

            Menurut Alkitab dan juga dari berbagai pengalaman, kita tahu bahwa ada banyak ikatan belenggu yang sulit untuk dipatahkan, beban yang sulit untuk diringankan. Begitu juga, banyak penjajahan yang tidak mungkin untuk diakhiri, serta banyak orang tertindas yang takkan pernah dilepaskan pergi. Kecuali umat Tuhan – dan khususnya para pemimpin mereka – mulai patuh kepada seruan Tuhan untuk melakukan puasa yang sejati dan berdoa.

            Selanjutnya Nabi Yesaya menunjukkan bagaimana sikap yang seharusnya terhadap orang-orang yang berkekurangan dan tertindas itu:

            “Supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!” (ayat 7).

            Puasa perlu disertai tindakan sosial yang tulus dan praktis sehubungan dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita – terutama orang-orang yang memerlukan pertolongan kita dalam hal materi dan keuangan.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus. Aku akan menaati seruan Tuhan untuk berpuasa dan berdoa, sebagai cara yang ditetapkan Tuhan untuk melepaskan ikatan-ikatan, melepaskan beban yang berat , membebaskan orang yang tertindas, dan mematahkan belenggu. Ku-deklarasikan, Iblis tidak lagi mempunyai tempat pijakan dan tidak lagi mempunyai kuasa atas diriku, dan tidak lagi ada sangkutan perkara denganku. Semuanya telah dibereskan oleh darah Yesus!

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Betapa Besarnya Kuasa dari Disiplin Puasa has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-054-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan