Memahami Medan Perang Kita

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang [berperang] secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan [peperangan] bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.” (2 Korintus 10:3–5)
Perang kita melawan Iblis terjadinya di alam roh. Karena itu, senjata-senjata yang kita gunakan bersifat rohani dan harus cocok dengan medan perang itu sendiri.
Penting sekali bahwa kita mengerti benar di manakah medan perangnya. Dalam 2Korintus Paulus berbicara mengenai medan perang kita dan apa tujuan yang hendak dicapai, dan untuk itu ia memilih perkataan-perkataan tertentu. Dalam berbagai terjemahan Alkitab terdapat kata-kata sebagai berikut: “imaginasi,” “spekulasi,” “argumentasi”, “pengetahuan” dan “pikiran.” Perhatikan bahwa semua kata tersebut mengacu kepada alam pikiran manusia.
Kita harus benar-benar mengerti bahwa medan perangnya adalah di alam pikiran kita. Iblis berperang secara habis-habisan untuk menggempur dan membelenggu pikiran seluruh umat manusia. Dalam pikiran manusia-lah Iblis sedang membangun kubu-kubu perbentengan, dan sebagai orang-orang yang berperang bagi Tuhan kita harus menggunakan senjata-senjata rohani untuk mendobrak benteng-benteng tersebut. [Benteng dalam bahasa Inggris = stronghold; artinya memiliki cengkeraman kuat.] Dengan demikian kita dapat membebaskan pikiran orang dan membawa serta menawan pikiran tersebut, dan menaklukkannya kepada Kristus. Betapa beratnya tugas yang kita hadapi ini!
Secara sengaja dan sistematis Iblis berusaha membangun banyak stronghold (benteng) dalam pikiran umat manusia. Benteng-benteng tersebut menentang kebenaran Injil dan Firman Tuhan, dan mencegah orang untuk menerima berita Injil.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, dengan darah-Nya aku akan menghancurkan benteng-benteng pertahanan yang telah dibangun Iblis dalam pikiranku. Ku-deklarasikan, Iblis tidak lagi mempunyai tempat pijakan dan tidak lagi mempunyai kuasa atas diriku, dan tidak lagi ada sangkutan perkara denganku. Semuanya telah dibereskan oleh darah Yesus! Amin.
Kode: WD-B097-053-IND