Mendengarkan Suara Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Nasib baik atau nasib buruk manusia sesungguhnya ditentukan oleh siapa yang suaranya didengarkan dan turuti. Manusia akan mendapat berkat apabila mendengarkan suara Tuhan dan menuruti perkataan-Nya. Namun apabila manusia mengabaikan suara Tuhan, pasti mereka akan mendapat kutuk. Dan taat kepada Tuhan itu tidak mungkin, kecuali kita sudah mendengarkan suara-Nya lebih dahulu. Karena melalui suara-Nya-lah kita bisa tahu apa yang dikehendaki oleh-Nya.
Namun pada kenyataannya, banyak orang yang mengaku diri Kristen belum pernah mendengar suara Tuhan. Mereka sibuk dengan segala ritual dan kewajiban agamanya, tetapi semua itu hanya bersifat rutin dan formalitas saja, yaitu sekadar kewajiban yang sudah biasa. Nyatanya, kita sendiri belum pernah mendengar suara Tuhan. Di era mana pun Tuhan sesungguhnya selalu meminta umat-Nya untuk mendengarkan suara-Nya.
Dalam Yeremia pasal 7 Tuhan menjelaskan, hal apakah yang sesungguhnya Ia minta dari bangsa Israel setelah Ia menebus dan membebaskan mereka dari negeri Mesir. Hal yang pertama yang diinginkan-Nya adalah supaya umat mendengarkan suara-Nya dengan sungguh-sungguh. Ia tidak meminta mereka untuk menjalankan peraturan Hukum Taurat, yaitu mempersembahkan kurban-kurban binatang. Suara Tuhan-lah yang akan menasihati mereka bagaimana mereka harus menaati Hukum Taurat dan mempersembahkan kurban-kurban yang patut diberikan. Semestinya mereka melakukan hal-hal itu sesudah mendengar suara Tuhan. Kalau mereka hanya mengikuti ritual agama, namun bukan karena mendengar suara Tuhan, maka sia-sialah yang mereka lakukan itu. Syarat utama yang ditetapkan Tuhan adalah: kita harus sungguh-sungguh mendengarkan suara-Nya.
“… pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu, dan kamu akan menjadi umat-Ku.” (Jeremiah 7:22–23)
Tuntutan Tuhan sederhana sekali, “Dengarkanlah [Patuhilah] suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu.” Begitu sederhananya perintah Tuhan.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus dan pekerjaan Roh Kudus-Mu. Ku-deklarasikan, aku akan mendengarkan suara Tuhan dan menaati perkataan-Nya. “Taatilah suara-Ku, dan Aku akan menjadi Tuhanmu.” Hal itu ku-deklarasikan sebagai kebenaran-Nya bagiku. Tubuhku adalah bait suci, tempat kediaman Roh Kudus, yang telah ditebus dan dikuduskan oleh darah Yesus. Amin.
Kode: WD-B097-046-IND