Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            “Gedung” Milik Tuhan

            “Gedung” Milik Tuhan

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Tubuhmu telah ditebus oleh darah Yesus, menjadikannya milik kudus Allah dan bait Roh Kudus. Engkau memiliki hak secara sah untuk mengatakan kepada iblis bahwa ia adalah penyusup dan tidak memiliki tempat di dalam dirimu.

            Menurut Alkitab, kita patut mempermuliakan Tuhan di dalam tubuh maupun roh kita (lihat 1 Korintus 6:20), karena keduanya sudah menjadi milik Tuhan.

            “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

            Kedua-duanya telah ditebus kembali dari tangan Iblis melalui darah Yesus. Tidak satupun bagian diriku – roh, jiwa, ataupun tubuh – yang masih berada di bawah kekuasaan atau pengendalian Iblis.

            Perlu saya jelaskan, bahwa tubuhku adalah tubuh yang masih bisa mati, karena belum menjadi tubuh yang mulia seperti pada masa kebangkitan orang mati kelak. Namun tubuh yang bisa mati itu – seluruh jaringan selnya – adalah milik Tuhan, dan dia bukan milik Iblis lagi. Apabila Iblis berani menginjak “tanah” milik pribadi ini maka ia jelas melanggar hak milik “orang lain”. Dengan menyatakan hak-hak yang sudah menjadi milik kita di dalam Yesus, maka kita pun berhak memasang papan pengumuman yang berkata: “DILARANG MASUK.” Secara yuridis tubuh kita bukan milik Iblis lagi, melainkan milik Yesus, dan Yesus mau memakai tubuh kita untuk suatu maksud tertentu.

            Tubuh kita hendak dijadikan tempat kediaman bagi Roh Kudus, yaitu sosok pribadi yang ketiga dari Allah yang esa. Tubuh orang-orang Kristen sesungguhnya bersifat sakral, karena telah ditetapkan sebagai tempat kediaman Roh Kudus.

            Berkali-kali Alkitab berkata bahwa Allah tidak berdiam dalam kuil-kuil atau rumah ibadah buatan tangan manusia. (Lihatlah misalnya, Kisah 7:48.)

            “Tetapi Yang Mahatinggi tidak diam di dalam rumah yang dibuat oleh tangan manusia, seperti yang dikatakan oleh nabi:”

            Tuhan juga tidak tinggal secara fisik di dalam gedung-gedung gereja, rumah sembahyang atau rumah ibadah. Tuhan berdiam di dalam hati umat-Nya.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus dan pekerjaan Roh Kudus-Mu. Ku-deklarasikan, tubuhku adalah milik Tuhan, dan bukan lagi milik Iblis. Secara yuridis formal tubuhku bukanlah milik Iblis, melainkan milik Yesus – dan Ia mempunyai maksud tujuan yang istimewa untuk tubuhku. Tubuhku adalah bait suci, tempat kediaman Roh Kudus, yang telah ditebus dan dikuduskan oleh darah Yesus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how “Gedung” Milik Tuhan has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-045-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan