Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Roh Kudus yang Berdiam dalam Diri Kita

            Roh Kudus yang Berdiam dalam Diri Kita

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Roh Kudus adalah Pribadi, dan Dia memberikan tanda yang kuat dan supranatural untuk menyatakan kehadiran-Nya di dalam tubuh seorang percaya. Ketahuilah mengapa berbahasa roh merupakan pernyataan pribadi-Nya bahwa Anda sekarang adalah bait Allah, yang memanggil Anda kepada hidup dalam kekudusan.

            Siapa pun yang mempunyai suatu kepribadian (personality) pasti dapat berbicara dan bercakap-cakap. Pada hari Pentakosta dulu, Roh Kudus turun dari surga, dan Ia pun mulai berbicara “dalam bahasa-bahasa lain” dengan memakai mulut para pengikut Yesus. Dengan cara demikian Ia menunjukkan bahwa diri-Nya adalah suatu sosok Pribadi yang telah datang untuk bertempat tinggal di bumi. Saat ini Dialah yang akan mewakili kepentingan Allah di atas bumi untuk seterusnya.

            “Kisah 2:4”

            Sejak hari Pentakosta itu Roh Kudus datang untuk bertempat tinggal sebagai “Seseorang” yang tinggal dalam tubuh orang-orang yang percaya. Dan setiap kali Ia datang untuk menetap di tubuh orang yang bersangkutan, melalui mulut orang percaya itu Ia akan mulai mengekspresikan diri dengan mengucapkan kata-kata dalam suatu bahasa yang baru (secara supranatural). Sesungguhnya dengan demikian Ia berkata: “Sekarang tahulah kalian bahwa Aku di sini dan bahwa Aku akan tinggal terus dalam tubuh kalian.”

            Oleh karena itulah Paulus berkata dalam 1 Korintus 6:19:

            “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam [tinggal] di dalam kamu?”

            Paulus menunjukkan bahwa berbicara dalam bahasa roh [“karunia lidah”] bukan saja suatu pengalaman supranatural yang bersifat sesaat saja. Lebih dari itu, bicara dalam roh itu merupakan tanda ilahi bahwa Roh Kudus telah mulai berdiam dalam tubuh orang percaya yang bersangkutan, sehingga tubuhnya telah menjadi suatu bait yang suci. Dengan demikian, tiap orang percaya wajib menjaga supaya tubuhnya selalu dalam keadaan yang kudus, karena sudah menjadi bait Allah.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus dan pekerjaan Roh Kudus-Mu. Kudeklarasikan, tubuhku adalah bait suci, tempat kediaman Roh Kudus, yang telah ditebus dan dikuduskan oleh darah Yesus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Roh Kudus yang Berdiam dalam Diri Kita has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-043-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan