Roh Kudus yang Berdiam dalam Diri Kita

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Siapa pun yang mempunyai suatu kepribadian (personality) pasti dapat berbicara dan bercakap-cakap. Pada hari Pentakosta dulu, Roh Kudus turun dari surga, dan Ia pun mulai berbicara “dalam bahasa-bahasa lain” dengan memakai mulut para pengikut Yesus. Dengan cara demikian Ia menunjukkan bahwa diri-Nya adalah suatu sosok Pribadi yang telah datang untuk bertempat tinggal di bumi. Saat ini Dialah yang akan mewakili kepentingan Allah di atas bumi untuk seterusnya.
“Kisah 2:4”
Sejak hari Pentakosta itu Roh Kudus datang untuk bertempat tinggal sebagai “Seseorang” yang tinggal dalam tubuh orang-orang yang percaya. Dan setiap kali Ia datang untuk menetap di tubuh orang yang bersangkutan, melalui mulut orang percaya itu Ia akan mulai mengekspresikan diri dengan mengucapkan kata-kata dalam suatu bahasa yang baru (secara supranatural). Sesungguhnya dengan demikian Ia berkata: “Sekarang tahulah kalian bahwa Aku di sini dan bahwa Aku akan tinggal terus dalam tubuh kalian.”
Oleh karena itulah Paulus berkata dalam 1 Korintus 6:19:
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam [tinggal] di dalam kamu?”
Paulus menunjukkan bahwa berbicara dalam bahasa roh [“karunia lidah”] bukan saja suatu pengalaman supranatural yang bersifat sesaat saja. Lebih dari itu, bicara dalam roh itu merupakan tanda ilahi bahwa Roh Kudus telah mulai berdiam dalam tubuh orang percaya yang bersangkutan, sehingga tubuhnya telah menjadi suatu bait yang suci. Dengan demikian, tiap orang percaya wajib menjaga supaya tubuhnya selalu dalam keadaan yang kudus, karena sudah menjadi bait Allah.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus dan pekerjaan Roh Kudus-Mu. Kudeklarasikan, tubuhku adalah bait suci, tempat kediaman Roh Kudus, yang telah ditebus dan dikuduskan oleh darah Yesus. Amin.
Kode: WD-B097-043-IND