Tuhan Punya Rencana untuk Menjadikan Kita Kudus

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kita tahu bahwa kata sanctify dalam bahasa Inggris berkaitan dengan kata saint (orang kudus), dan bahwa ia berhubungan langsung dengan kata “kudus” dalam bahasa asli yang dipakai dalam Alkitab. Jadi, “sanctification” artinya tidak lain “dijadikan kudus.” Sesungguhnya Tuhan sejak dahulu sudah ada rencana untuk menjadikan kita kudus.
Di antara sifat-sifat Tuhan, kekudusan merupakan satu sifat-Nya yang unik (tidak ada duanya). Tuhan mempunyai banyak atribut atau sifat yang luar biasa – cinta kasih, kuasa, hikmat, dan lain sebagainya. Namun semua sifat itu boleh dikata agak tercermin juga dalam anak-anak manusia ciptaan-Nya. Misalnya, kita pernah juga merasakan cinta dari sesama manusia. Kita juga mengenal orang-orang yang berkuasa. Kita pernah bertemu dengan orang yang bijak. Tentu saja, dalam diri manusia sifat-sifat itu muncul dalam bentuk yang jauh lebih minim daripada dalam diri Tuhan. Tetapi setidak-tidaknya kita mempunyai gambaran mengenai sifat-sifat tersebut. Namun begitu bicara soal kekudusan, tidak ada apa-apa sebagai perbandingannya. Secara unik dan tak ada duanya, Tuhan itu kudus adanya.
Di luar Tuhan tidak ada kekudusan. Sesungguhnya, kita dapat mengukur sejauh mana kita benar sudah mengenal Tuhan dengan mencari tahu, sejauh mana kita mengerti apa sebenarnya kekudusan itu. Saya gambarkan sebagai berikut: Kita mengucap syukur kepada Tuhan mengingat kebaikan-Nya, kita memuji Tuhan mengingat kebesaran-Nya, tetapi kita menyembah Tuhan karena menyadari kekudusan-Nya. Sikap yang menyembah merupakan respon manusia terhadap kekudusan Tuhan.
Di Perjanjian Lama Tuhan pernah berkata:
“… haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus” (Imamat 11:44)
dan di Perjanjian Baru Petrus mengulangi kembali perintah Tuhan, di mana ia berkata:
“Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1 Petrus 1:16)
Jadi, sebenarnya ada dua cara yang berbeda untuk mendapatkan kekudusan. Dalam beberapa hari ke depan saya akan membandingkan kedua cara tersebut – yang satu dengan cara perjanjian lama, dan yang lainnya melalui perjanjian baru.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, Tuhan itu kudus dan layak untuk menerima penyembahan -- bahwa oleh darah Yesus aku dikuduskan, dijadikan suci, dan dikhususkan hanya untuk Tuhan saja. Amin.
Kode: WD-B097-040-IND