Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Pengakuan yang Positif

            Pengakuan yang Positif

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Apakah iman Anda membuat Anda merasa seperti seorang pelanggar yang selalu mengecewakan Allah? Mungkin sudah saatnya Anda berhenti berfokus pada dosa Anda dan mulai mengakui siapa Anda di dalam Kristus karena karya-Nya yang telah selesai di atas Kayu Salib.

            Lucu juga, orang yang religius (agamawi) suka sekali “mengakui” bahwa mereka itu “sebenarnya” penuh dosa. Pikirnya, dengan berkata demikian mereka kelihatan lebih saleh. Pikir mereka, kalau orang mengatakan dirinya benar, pasti itu suatu kesombongan. Mereka merasa lebih baik dan lebih agamawi dengan tiada henti-hentinya “mengakui” semua kegagalan dan kesalahan yang pernah mereka lakukan.

            Mau tahu Saudara? Di gereja tempat saya dibesarkan semasa kecilku, dalam setiap kebaktian hari Minggu kami diharuskan mengucapkan pengakuan dosa:

            “Ampunilah kami, ya Tuhan. Kami adalah orang berdosa yang patut dikasihani.”

            Sejak awalnya, saya merasa enggan menyebut diriku sebagai orang berdosa yang patut dikasihani. Tetapi apabila saya melihat para pedosa lain di sebelahku, saya melihat mereka itu memang patut dikasihani. Lama kelamaan saya berkata kepada diriku sendiri, Kalau dengan ritual-ritual agama ini paling-paling saya menjadi orang yang patut dikasihani, lebih baik saya tidak menganut agama seperti ini, karena saya sungguh menolak untuk dikasihani seperti mereka. Akhirnya begitulah pola dan sikap hidup saya (yang menolak agama) sampai saya mengalami perjumpaan sendiri dengan Tuhan.

            Orang agamawi selalu berkata:

            “Kami adalah orang berdosa yang patut dikasihani. Kami telah menyimpang dari jalan Tuhan seperti domba yang terhilang. Kami telah melakukan hal-hal yang seharusnya tidak kami lakukan, dan hal-hal yang semestinya kami lakukan ternyata tidak kami lakukan.”

            Sekarang saya tidak lagi dapat mengucapkan kata-kata demikian, karena akan munafik kalau demikian. Bagaimana mungkin saya berdoa supaya bisa menang atas dosa pada hari Senin pagi, jikalau saya tahu pada hari Minggu berikutnya saya akan “mengakui” bahwa saya telah berdosa, bahwa saya telah melakukan hal yang semestinya tidak saya lakukan, dan tidak melakukan hal yang semestinya saya lakukan? Ucapan-ucapan itu akan justru menghancurkan dasar iman saya. Tetapi ucapan-ucapan itu terkesan memang bagus, karena kedengarannya begitu “jujur” dan terus terang.

            Lebih baik pengakuan yang kita ucapkan itu benar, namun harus sesuai dengan Firman Tuhan, dan sebaiknya kita benar-benar mengimaninya:

            “Oleh darah Yesus aku sudah dibenarkan, dinyatakan benar, seolah-olah aku belum pernah berdosa sekali pun.”

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus. Pengakuanku ini kusesuaikan dengan Firman Tuhan, dan ku-deklarasikan: Oleh darah Yesus aku telah dibenarkan, dijadikan benar, seolah-olah aku belum pernah berdosa sekali pun. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Pengakuan yang Positif has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-035-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan