Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Damai Sejahtera dan Rasa (Aman) Tenteram

            Damai Sejahtera dan Rasa (Aman) Tenteram

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Apakah Anda lelah berusaha menciptakan damai sejahtera dan sukacita dalam perjalanan Anda bersama Tuhan? Damai sejahtera, keyakinan, dan sukacita yang sejati tidak diperoleh melalui usaha, melainkan merupakan hasil indah dari pemahaman akan kebenaran Anda di dalam Kristus.

            Di kitab Nabi Yesaya tertulis satu hal lagi dampak dari kebenaran dalam hidup seorang Kristen:

            “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya” (Isaiah 32:17).

            Dalam ayat ini disebutkan tiga hal yang dihasilkan oleh kebenaran, yaitu damai sejahtera, ketenangan dan ketenteraman. Semua itu berkembang sendiri setelah kita menyadari bahwa kita adalah orang yang dibenarkan (dinyatakan benar) karena kebenaran yang dimiliki Yesus Kristus.

            Salah satu dampak lainnya dijelaskan di Roma 14:17:

            “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

            Renungan yang kemarin menunjukkan bahwa kebenaran menumbuhkan keberanian. Hari ini hal itu ditambah lagi dengan damai sejahtera, ketenangan, ketenteraman dan suka cita. Semua itu merupakan hal-hal yang dihasilkan oleh kebenaran. Jika kita tidak menerima kebenaran Kristiani dengan iman, kita akan selalu bersusah payah untuk mendapatkan hal-hal tersebut, tetapi takkan pernah mengalaminya.

            Sungguh menyedihkan untuk melihat orang Kristen yang berusaha supaya kelihatan gembira atau damai hatinya, atau berusaha untuk tidak kelihatan tegang. Entah siapa yang menyuruh mereka begitu. Menurut hematku, apabila orang-orang itu benar-benar menyadari bahwa dosa mereka sesungguhnya sudah diampuni dan percaya bahwa mereka sudah di-benar-kan, mereka pasti akan bisa merasakannya. Sukacita itu akan timbul sendiri. Damai sejahtera akan dialami dengan mudah. Rasa aman tenteram terjadi. Keberanian muncul sendiri. Yang paling sulit adalah menyuruh orang untuk menyadari bahwa mereka sungguh telah dibenarkan oleh kebenaran Yesus Kristus.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, aku telah dinyatakan benar oleh kebenaran-Nya, dan dengan iman aku melangkah memasuki damai sejahtera, keyakinan dan sukacita yang timbul dari kesadaran ini. Oleh darah Yesus aku telah dibenarkan, dijadikan benar, seolah-olah aku belum pernah berdosa sekali pun. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Damai Sejahtera dan Rasa (Aman) Tenteram has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-034-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan