Dibenarkan secara Cuma-Cuma (Bebas Biaya)

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“… dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus, Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya … (Roma 3:24–25)”
Saya senang ayat ini memakai kata “cuma-cuma” (gratis). Kaum agamawi selalu berusaha tampil sebagai orang yang saleh supaya akan dianggap “baik” oleh orang-orang, tetapi sampai kapan pun mereka takkan berhasil. Mereka tak akan pernah puas dan hidup terus dalam ketegangan, karena selalu masih merasa dirinya masih kurang saleh. Padahal, semua upaya untuk menjadi orang yang “saleh” itu sesungguhnya tak ada gunanya.
Kita hanya menjadi “orang baik” (di-benar-kan) karena percaya akan darah Yesus. Mari kita baca Roma 4:4:
“Kalau ada orang yang bekerja [orang yang ‘rajin’ dalam beragama] upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, sebab itu adalah haknya.”
Banyak orang berpikir, kalau mereka berusaha hidup saleh dan selalu memenuhi kewajibannya, Tuhan pasti akan menyatakan mereka sebagai orang yang baik atau benar. Maka mereka pun merasa berhak disebut sebagai orang baik. Padahal Tuhan sendiri sama sekali tidak merasa berutang kepada mereka. Perhatikanlah ayat 5:
“Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran..”
Sebaiknya kita jangan lagi berusaha sendiri menjadi orang yang benar. Kita hanya diminta untuk percaya saja. Bagamana pun “rajin”nya kita, toh akan gagal juga.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, dengan cuma-cuma aku telah dibenarkan oleh kasih karunia-Nya. Aku percaya kepada Dia yang membenarkan diriku, dan imanku diperhitungkan sebagai kebenaran/ kesalehan. Oleh darah Yesus aku telah dibenarkan, dijadikan benar, seolah-olah aku belum pernah berdosa sekali pun. Amin.
Kode: WD-B097-032-IND