Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Dibenarkan secara Cuma-Cuma (Bebas Biaya)

            Dibenarkan secara Cuma-Cuma (Bebas Biaya)

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Jika Anda lelah berusaha menjadi cukup baik di hadapan Allah, ada cara yang lebih baik untuk menemukan damai sejahtera. Kebenaran bukanlah sesuatu yang Anda capai, melainkan anugerah yang diberikan secara cuma-cuma ketika Anda menaruh iman kepada darah Yesus.
            “… dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus, Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya … (Roma 3:24–25)”

            Saya senang ayat ini memakai kata “cuma-cuma” (gratis). Kaum agamawi selalu berusaha tampil sebagai orang yang saleh supaya akan dianggap “baik” oleh orang-orang, tetapi sampai kapan pun mereka takkan berhasil. Mereka tak akan pernah puas dan hidup terus dalam ketegangan, karena selalu masih merasa dirinya masih kurang saleh. Padahal, semua upaya untuk menjadi orang yang “saleh” itu sesungguhnya tak ada gunanya.

            Kita hanya menjadi “orang baik” (di-benar-kan) karena percaya akan darah Yesus. Mari kita baca Roma 4:4:

            “Kalau ada orang yang bekerja [orang yang ‘rajin’ dalam beragama] upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, sebab itu adalah haknya.”

            Banyak orang berpikir, kalau mereka berusaha hidup saleh dan selalu memenuhi kewajibannya, Tuhan pasti akan menyatakan mereka sebagai orang yang baik atau benar. Maka mereka pun merasa berhak disebut sebagai orang baik. Padahal Tuhan sendiri sama sekali tidak merasa berutang kepada mereka. Perhatikanlah ayat 5:

            “Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran..”

            Sebaiknya kita jangan lagi berusaha sendiri menjadi orang yang benar. Kita hanya diminta untuk percaya saja. Bagamana pun “rajin”nya kita, toh akan gagal juga.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena darah Yesus. Ku-deklarasikan, dengan cuma-cuma aku telah dibenarkan oleh kasih karunia-Nya. Aku percaya kepada Dia yang membenarkan diriku, dan imanku diperhitungkan sebagai kebenaran/ kesalehan. Oleh darah Yesus aku telah dibenarkan, dijadikan benar, seolah-olah aku belum pernah berdosa sekali pun. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Dibenarkan secara Cuma-Cuma (Bebas Biaya) has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-032-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan